Seano kini tengah belajar dengan beberapa buku yang telah menutup setengah meja belajarnya. Ia akan ulangan harian kimia besok, maka dari itu, Seano belajar kembali mengulang materi yang sebelumnya ia terima dari guru. Matanya menatap dengan seksama soal dan jawaban yang ia kerjakan. Sesekali, alisnya akan mengkerut, bertemu menjadi satu karena mendapat sedikit kesulitan. Saat dirasa lelah karena masih tak mendapat jawaban yang pas, seseorang menginterupsinya dari balik pintu. Tok tok tok, suara ketukan pintu yang begitu nyaring membuat Seano akhirnya buka mulut untuk berbicara. "Masuk!" "Abang.... Ayo kita makan..." Ajak Willy dengan antusias membuat Seano bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Willy. Remaja tampan itu mendekat dengan senyuman manis di bibirnya. Tangannya i

