Bab 38 - Kehamilan Wulan (1)

1320 Kata

               Aku belum mati. Aku tak mengerti kenapa aku tak merasakan sesak layaknya orang tenggelam pada umumnya, kenapa juga momen-momen indah dalam hidupku mendadak muncul dan membuatku merasa nyaman, lalu air sungai ini juga terasa tenang, tidak terasa ada arus yang mengombang-ambing maupun menyeretku padahal seingatku sungai ini arusnya cukup deras saat aku menyusurinya dengan Wulan. Kupertajam lagi semua panca indraku untuk memastikan aku tidak sedang berada dalam mimpi. Kelopak mataku berkedut-kedut, berusaha terbuka karna sekarang ada secercah cahaya menyilaukan menyorotku. Silau, silau sekali, aku ingin menutupi mataku dengan tangan tapi masih lemas tak bisa digerakkan. Sinar itu semakin intens menyorotku, tidak hanya silau tapi juga terasa panas di mata. Kukerahkan segenap ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN