Bab 38 - Kehamilan Wulan (2)

2610 Kata

    Aku memang terbiasa minum alkohol sampai teler, karena itu lama kelamaan efeknya bisa kuredam dan kuminimalkan sendiri. Meskipun aku minum sampai mabuk pun, aku masih bisa awas dengan sekitarku jika ada yang mencurigakan. Malam itu, pada malam perayaan sidang Semesta, setelah aku tidur sebentar, aku terbangun karena Semesta menarik selimut yang kupakai. Dia tidur di sampingku, sedangkan Sam, Wulan, dan Pijar masih melanjutkan pestanya. Tapi yang aneh, Pijar pura-pura teler tak lama setelah itu. Dia pura-pura tidur di sebelahku, tapi saat Sam dan Wulan masuk ke villa, dia bangun segar bugar dan langsung menyusul mereka masuk ke villa. Setelah berapa lama, Pijar keluar lagi lalu berbaring di sebelahku. Saat aku bertanya padanya darimana, dia menjawab dengan acuh dari kamar mandi. Mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN