Aku dan Samudra memutuskan untuk pergi ke villa setelah mengetahui posisi Pijar ada di sana. Dari tempat kami sekarang, setidaknya akan makan waktu tiga jam menggunakan mobil, kami akan tiba sebelum tengah malam. “Semesta gimana, Sam?” tanyaku pada Sam setelah ia selesai menelepon minta dikirimkan mobil ke tempat kami. “Menurutmu dia ada di mana, Yung?” tanya Sam menengok ke dalam hutan yang saat ini sudah gelap gulita. “Dia gak mungkin nekat ‘kan ya?” tanyaku tak yakin. “Dia gak mungkin gak nekat, Yung.” jawab Sam. “Itu masalahnya..” balasku. “Makanya kita susulin dia. Aku yakin Semesta pasti bakal nyamperin Pijar atau Jalada.” kata Sam. “Kamu telepon siapa tadi, Sam?” tanyaku mengubah topik. “Asistennya nyokap. Harusnya bentar lagi mobilnya dateng, katanya dia kirim mobil kan

