Bab 40 - Kematian Indu

2506 Kata

Sudah 30 menit kami menyusuri jalan setapak ini, tapi kami belum juga menemukan gubuk itu. Malam semakin larut, hutan yang kami lalui jadi semakin beku. Rembulan malam ini masih belum nampak, hanya langit malam yang penuh dengan awan kelabu. Rasa letih mulai mengusik kami, belum lagi rasa kesal karena perjalanan ini tak usai-usai. “Kayaknya tadi gak sejauh ini, Sam. Kita istirahat dulu ya. Aku capek.” kataku. “Kamu lihat pohon berbunga itu gak, Yung. Kita udah ngelewatin pohon ini dua kali.” kata Sam. “Pohonne ada banyak kali?” kataku ragu. “Coba sebutin mantra yang dibaca ibu-ibu tadi, Yung.” pinta Sam. “Kalau kita sebutin mereka jadi tahu kita di sini gak sih?” tanyaku sedikit curiga. “Tapi kalau gak pakai mantra itu, mungkin kita akan terus disesatkan di hutan ini.” kata Sam. “Ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN