Perbukitan di belakang villa keluarga Pijar mengalami kebakaran yang cukup parah. Api semakin besar dan meluas, tapi tak ada orang lain yang menyadarinya karena jauh dari pemukiman penduduk. Semesta dan Jalada yang menjadi penyebab kebakaran itu pun saat ini masih bertarung dengan sengit. Tidak ada yang berencana untuk mundur, keduanya tenggelam dalam dendam, keduanya bertekat membunuh menghabisi lawannya malam ini. “Untuk apa kau teruskan Jalada? Adikmu sudah mati, Warastra berniat untuk memimpin Sasalancana setelah ini, negeri yang selama ini kau perjuangkan takkan mau menerima pengkhianat sepertimu, hidupmu sudah berakhir.” Semesta beniat membuat Jalada menyerah pada Matahani. “Kalau begitu tinggal satu tujuan hidupku, aku akan membawamu mati bersamaku.” jawab Jalada mantab tanpa

