Semesta ingin aku membawa orang ini masuk ke dalam goa, tapi masalahnya sekarang ia malah membawaku pergi dengan lubang dimensi entah ke hutan lain atau masih di hutan yang sama. Andai aku bisa lari pun aku takkan bisa lepas darinya. Tak ada cara lain, harus ada yang dikorbankan. “Minggir! Lepaskan tanganmu dariku! Atau aku akan menusuk leherku sendiri agar kau tak bisa membangkitkan Matahani dengan tubuhku!” aku tak tahu apakah ini nekat atau malah brilian, sebab Jalada jadi menurut melepaskan tangannya dariku. “Jangan berpikir untuk memantraiku seperti terakhir kali. Aku sudah mendapat aji-aji dari Tuan Warastra untuk menangkalnya.” tambahku lagi. Tentu saja itu bohong, aku hanya menggertak agar terlihat kuat. “Kalau kau menurut, aku takkan melukaimu.” kata Jalada. “Tuan? Apa kau

