Chapter 12 - Extraction

1971 Kata

Tatapan Veyra membara. Napasnya meninggi, lalu tangannya terulur cepat, mencengkeram daguku dengan kasar hingga wajahku dipaksa kembali menghadapnya. Kuku-kukunya menekan kulitku, menyakitkan. Tamparan kedua menghantam pipiku. Sebelum aku sempat menghirup udara, yang ketiga menyusul, lalu keempat, pukulan ringan namun bertubi-tubi, seperti cambuk ego yang dilampiaskan pada wajahku. Aku menahan napas, menolak memberi suara sekecil apa pun. Hanya tatapan mataku yang balik menantang, meski kabur oleh air yang mulai menggenang. Lalu aku melihat jemarinya terangkat ke rambutnya. Sebuah tusuk konde berkilau ditariknya keluar. Cahaya menari di ujung tajam benda itu, dan sebelum aku bisa menghindar... Rasa sakit meledak di bahuku. Hangat, basah, menusuk. Sengatan nyata yang mengoyak tubuhku in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN