BAB 17 Bicara Empat Mata

1061 Kata

FITNAH MANTAN (17) … Putusan sidang. Berkali-kali aku menghirup udara. Berkali-kali juga mengembuskannya. Gugup dan takut. Putusan sidang akan dibacakan oleh hakim pukul sembilan siang ini. Meski Pak Kairav sudah memberikan gambaran hasil keputusan sidang dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetap saja aku merasa khawatir. Bagaimana mungkin aku akan kembali hidup satu atap bersama Mas Vano di rumah Pak Bima. Walau Pak Kairav sudah meyakinkan bahwa Mas Vano tidak akan berani macam-macam, tetap saja rasanya berat meninggalkan Pak Kairav dan yang lain—Mas Daffa, Mas Ferdian, Pak Hendra, Yozi, Mbak Charela, Mas Juliano, Mbak Riyanti, Mbak Santi dan lainnya. Mereka sudah seperti keluarga bagiku. “Mai.” Pak Kairav muncul di atas kursi roda. Kali ini pun dia mengenakan setelan formal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN