BAB 20 Selamat Tinggal

1117 Kata

FITNAH MANTAN (20) … Keindahan lapion. Kertas origami warna-warni berbetuk teratai yang menghampar di sepanjang lantai. Kertas-kertas origami yang menuliskan namaku dalam berbagai kata motivasi serta pujian. Aku masih terus mengaguminya hingga bangun tidur. Surat dalam amplop merah itu kini sudah berada dalam kotak. Aku ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Sebab, sore ini Mas Vano akan menjemputku pulang. Tadi Mas Daffa yang memberitahu. Mbak Santi dan dua asisten rumah tangga lain juga telah mengemas pakaikanku dan Kioya ke dalam tas. “Mbak Mai.” Aku yang tengah duduk di tepi ranjang, segera beranjak membuka pintu. Tampak seorang asisten rumah tangga berusia dua puluh tahunan, tersenyum ramah. “Ditunggu Tuan Kairav di meja makan.” Asisten rumah tangga dengan seragam dan ramb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN