Sixty

1780 Kata

“Papa kenapa sih? Kok mukanya risau gitu?” Pricilia yang sedang menikmati potongan buah dari Qila berkomentar ketika melihat Pradipta yang terlihat sedang memikirkan sesuatu, raga pria itu memang disini namun pikirannya entah melayang kemana. “Pa!” panggil gadis itu lagi membuat Pradipta tersentak. “Ah, iya?” Pradipta meringgis ketika melihat Pricilia dan Qila menatap ke arahnya penasaran. “Papa enggak mau kok buahnya,” ucap lelaki itu asal membuat kedua perempuan yang disana saling tatap kemudian mendengus. “Papa sibuk? Pergi aja, kan ada Mami Qila yang jagain disini.” “Beneran?” tanya Pradipta cepat. “Papa cuman pergi sebentar.” “Iya, enggak papa, pergi aja.” Lelaki itu kemudian menatap ke arah Qila yang mengangguk sambil tersenyum kecil. Pradipta mengecup dahi putrinya sebelum me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN