“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif... tut!” “Ihh, kok enggak diangkat?!” keluh Prily ketika sudah menghubungi Pradipta ke-empat kalinya namun tak kunjung mendengar suara yang ia rindukan. “Pak Dipta kemana sih?” tanya gadis itu kesal sambil meremas ponselnya khawatir. “Miss, minum.” Gendis memberikan sebotol air mineral pada Prily yang sempat ia beli di kantin Rumah Sakit. Gadis itu panik dan khawatir pada Pricilia namun juga sedikit mengkhawatirlan Prily yang menggendong teman sebangkunya itu. “Terima kasih, Gendis,” ujar Prily tersenyum kecil sambil menerima botol air mineral itu dari muridnya. Ia kembali menatap ponselnya yang sedang mencoba memanggil Pradipta. “Nomor yang anda tuj—- Tut!” “Enggak diangkat sama Papa Cia ya, Miss?” tanya Gendis ikut risau melihatnya. Prily men

