Sixty Two

1588 Kata

“Satu hal, kasih alasan kenapa Mas Agam mau menikah dengan saya?” “Saya mau selalu ada di dekat kamu. Saya mau membantu kamu jika kesulitan menggunakan motor lagi—bila perlu saya akan mengantarkan ke mana pun yang kamu mau. Saya ingin selalu bersama kamu agak tidak kesepian lagi. Dan, terpenting, saya cinta kamu. Prily.” “Saya mau, Mas Agam.” Prily tersenyum kecil, sekarang hatinya terasa begitu hangat. “Tapi, untuk saat ini, saya hanya bisa menjanjikan untuk belajar mencintai Mas Agam. Apa itu tidak apa-apa?” Agam tersenyum dengan lebar, bola mata pria itu bahkan terlihat berkaca. Laki-laki itu sangat bahagia sekarang. “Saya boleh memasangan cincin ini untuk kamu?” tanyanya sambil membuka kotak beludru yang ada di tangannya. Prily mengangguk kecil, bibirnya sedari tadi tak berhenti me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN