Alfa mendengus kesal sepanjang jalan dia menyetir, pikirannya terasa buntu. Harus bagaimana caranya dia menghancurkan nona Damitri yang berkuasa itu, apalagi sekarang Safir sudah menampakkan kepeduliannya pada Aleya. " Benar, Safir.. Ya..aku harus membuatnya berubah, aku masih sahabat terbaiknya kan haha . "Senyumnya kemudian memutar haluan. " b******n itu tidak boleh bahagia setelah dia membunuh Stela ku.” Dia harus lebih menderita.” Celetuk Alfa kemudian mendaratkan mobil sport hitamnya di halaman rumah Safir Alvaro. " Selamat malam sahabatku.” Senyum Safir yang tampak baru bangun dari tidurnya, penampilannya masih acak acakan dan hanya mengenakan celana, sementara bagian atas tubuhnya dibiarkan terbuka. " Kau baru tidur dengan istrimu ya, dimana dia, ada sesuatu yang harus ak

