1 bulan- 2bulan sampai bulan ke 3 kemudian, Aleya masih terbaring tanpa membuka matanya di rumah sakit. Safir memegang tangannya lembut setiap hari, dia mulai rajin berdoa pada tuhan agar Aleya segera kembali. Air matanya selalu meleleh ketika melihat kondisi istri tercintanya yang terbaring tak berdaya dengan perutnya yang kian hari kian membesar. Ia merasa bersalah. Dalam diamnya, Aleya tersesat di alam bawah sadarnya. Dia seolah tak ingin kembali pada tubuhnya yang terasa terlalu berat menanggung derita. Melangkah tanpa tujuan hingga... Sebuah cahaya hangat terasa memeluknya. " Aku sangat mencintaimu, kembalilah padaku.” Bisik suara itu, hatinya serasa tersirami mendengarnya, suara yang sangat dia rindukan.. " Aku mohon kembalilah dan maafkan aku Aleya. Aku sangat mencintaimu

