Hari itu para karyawan menyambut Safir kembali ke kantornya, jujur mereka sangat merindukan CEO mereka yang berwajah malaikat. Safir datang dengan penampilan berbeda, dia menyapa semua karyawannya dengan senyum yang tulus, sikap yang bahkan membuat para wanita rela mati dan semakin menggilainya. Penampilannya juga lebih Casual, dia yang biasanya sangat rapi, kini datang dengan mengenakan kaos tanpa lengan yang di balut jas santai, rambutnya diikat kebelakang, senyum selalu terpancar memperlihatkan giginya yang indah. " Ya tuhaaan aku kira malaikat itu tidak ada, tapi CEO kita benar benar membuat jantungku histeris.” Celetuk karyawan. " Dia selalu terlihat tampan.” Celetuk yang lain, sementara Dania yang pernah memiliki hubungan singkat dengannya dulu tersenyum mengenang. " Dia memang

