“ Saf, kau mau kemana?” Tanya Alfa saat Safir mengambil kunci mobil dan berkas berkasnya. “ Akan ku beri pelajaran mereka, beraninya mereka menolakku, kita lihat apa mereka akan menolak jika bertemu denganku, kalau perlu demi perusahaan ini aku akan menjual harga diriku.” Kesal Safir kemudian bergegas keluar. “ Saf… tungguu.. Apa maksud….” Alfa menutup mulutnya karena Safir tak mendengarkan, belum pernah Alfa lihat Safir seambisi itu. Safir mengusap rambutnya kebelakang sembari terus melangkah menuju mobilnya. Emosi sudah menguasai hatinya. Dia? Ditolak? Yang benar saja. Putri Inggrispun tak berani menolaknya. Seperti apa damitri Company? *** Diantara pelataran rumah yang bernuansa klasik itu

