“ Sayang….. Sudahlah kau tampak sangat kelelahan, berhentilah mencari gadis itu dan mulailah memikirkan pernikahan kita lusa.” Timpal Karina sembari mengusap punggung Safir yang masih terbalut kemeja warna putihnya malam itu.
“ Maafkan aku Karina, aku rasa pernikahan ini tidak bisa terjadi.”
Ucapan Safir membuat Karina tercekat.“ Kau bercanda kan, sayang?”
“ Tidak, Karina aku tidak mencintaimu, dan di luar sana ada seorang gadis yang tengah mengandung anakku. Aku harus memikirkannya.” Safir menatap Karina serius
“ Safir, ini bukan sifatmu, sayang ayolaaah.. Aku bisa menerima anak itu, lagi pula mungkin gadis itu sudah mati a...”
“ Diam Karina!.” Jaga ucapanmu itu, kalau sampai terjadi sesuatu padanya aku tidak akan segan segan menguliti pelakunya." Mata Safir yang biru membundar membuat wanita itu menahan nafas karena takut.
“ Tapi saf.. Aku sangat mencintaimu, sayang ayolah.” Gadis itu mencoba memeluk Safir. Namun...
“ Aku bilang cukup Karina, aku tau kau tidak mencintaiku!” Bentak Safir. Mendengar itu air mata Karina turun, bukan ini yang dia inginkan, bukan kehilangan Safir.
“ Saf, ku mohon… aku tidak ingin hubungan kita berakhir, kalau kau mau seorang putra aku akan memberikannya.” Gadis itu kehilangan ketenangan di wajahnya. Dia benar benar tidak ingin kehilangan sosok yang di puja banyak orang itu.
“ Tidak, maafkan aku…
“ Aku mencintaimu Safir Alvaro, aku bisa mati kalau aku kehilanganmu.” Pinta Karina, cukup menyedihkan memang, rencananya malah berbalik menelannya.
“ Kar, kau tidak mencintaiku, kau hanya tertarik dengan wajah, suara, harta dan tubuhku, semuanya hanya kamuflase, karina kau tidak benar- benar mencintaiku, aku rasa kita bisa bersahabat, kau ini cantik dan terpelajar aku yakin banyak pria yang lebih baik dariku.” Safir berusaha membuatnya mengerti. Mendengar itu Karina memegang leher Safir, menatap matanya sendu.
“ Aku hanya ingin kamu Safir.” Tuturnya
“ Stop it dan mengertilah, aku bilang tidak ya tidak, lagi pula aku sudah mewujudkan mimpimu untuk memilikiku, tapi untuk selamanya bersamaku, aku rasa aku tidak bisa. Aku lelah Karina aku juga ingin bersama orang yang aku sayang.” Bentak Safir. Mendengar itu Karina histeris, memang benar gadis itu tidak ingin kehilangan Safir. Safir yang begitu sempurna.
Bagaimana bisa Safir membuangnya seperti itu. Sejak kepergian Chaty, Safir memang banyak berubah, tak seharipun ia berhenti mencari gadis bermata amber itu, terkadang air matanya turun saat mengingat apa yang dia perbuat pada gadis itu, Safir sudah begitu jahat, bagaimana kondisinya di luar sana. Bagaimana nasib putranya?
Semua koneksi ia kerahkan untuk menemukan Chaty, ia mencari bayangan Chaty ke semua penjuru, jutaan bahkan milliyaran uang ia hamburkan demi sang pelayan. Safir menjadi lebih pendiam dan pemarah. Saat ia melihat gadis yang mirip dengan Chaty tapi ternyata bukan, saat ia mendapat kabar tentang beberapa wanita yang ditemukan tewas tapi ternyata bukan, takdir seolah mempermainkan hidupnya. Ia benar benar mencintai Chaty, dan ia hanya ingin melakukan satu hal selama hidup, menemukan dan memeluk gadis itu, lalu tidak akan melepaskannya lagi selamanya. Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Safir begitu ingin memperbaiki semuanya dan memulainya dari awal, ia berjanji pada tuan Khedira sebelum ajal menjemputnya di rumah sakit, ia akan menebus semua kesalahannya dan mencari Chaty dengan sekuat tenaga. Hanya itu yang bisa ia lakukan.
“ Dimana kau Chaty.” Tangisnya disetiap malam. Ia bahkan sulit untuk memejamkan mata. Damian yang melihat semua itu menjadi prihatin.
Seluruh waktunya setelah itu seolah larut dalam pencarian dan penyesalan mendalam.
Namun, dia tidak pernah menemukannya lagi.
Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, tak terasa sudah 4 tahun lamanya, nama Safir pun sudah di kenal di berbagai penjuru dunia. Ia sukses dan merajai dunia ini sebagai CEO muda tertampan dan terkaya, tapi kisah asmaranya tidak berjalan mulus. Beberapa kali Safir mencoba menjalin hubungan namun selalu saja berakhir begitu saja setelah dia bosan. Hidupnya menjadi tidak jelas dan tidak berarah. Persahabatannya dengan Alfapun masih berjalan mulus, tidak adil memang, Safir malah memajukan bisnis Alfa yang tak lain adalah pelaku di balik kematian Chaty. Dan Karina? Karina masih berada di sekitar mereka. Dia bersahabat dengan Safir dan tentu saja gadis itu masih terus berusaha menggait hati sang pangeran.
Hingga siang itu…
“ Saf.. Safir.. Ada masalah di Alvaro Company, cabang kita yang di Amerika terancam down , harga sahamnya menurun drastis, dan ini akan berakibat fatal untuk yang lain.” Tutur Alfa siang itu, wajah rupawan Safir berubah kalut, bagaimana bisa?
“ Ini karena ulah mr. Alezandro yang memimpin di sana dan menggunakan dana perusahaan secara illegal, jika kita biarkan harga saham kita bisa turun dan kita bisa rugi ratusan kali.”
“ Dimana tuan Alezandro sekarang?”
“ Dia sudah kabur sebelum kita mengetahuinya,.” Tutur Alfa geram. Tentu saja geram. Kalau Safir jatuh dia akan kehilangan juga asetnya.
“ Lalu apa yang harus kita lakukan?” Safir memijit pelipisnya yang mulai nyilu karena stress.
“ Damitri Company, hanya perusahaan itu yang bisa menolong kita saat ini, perusahaan raksasa yang kekuasaannya sangat besar di kerajaan bisnis dunia. Berpusat di LA. Tapi aku dengar pemilik perusahaan itu adalah Tuan Damitri Sances yang menikah dengan wanita lokal dan sebelum meninggal, Tuan Damitri menyerahkan seluruh kekayaannya pada istrinya Eleanor Aura. Nyonya Eleanor sendiri saat ini sedang berada di sekitar sini dan aku pikir jika kita bisa bergabung dengannya, maka kita pasti akan terselamatkan, bahkan saham kita akan naik.” Tutur Alfa.
“ Baiklah, aku minta kau urus semuanya, aku tidak mau tau, pokoknya aku mau besok aku bertemu dengan nyonya Eleanor Aura bagaimanapun caranya.” Telak Safir. Alfa pun mengangguk mengerti.
“ Damitri Company, aku pasti bisa mendapatkanmu.” Tutur Safir kesal.
Tapi ternyata ada juga yang tak sesuai rencananya, malam itu Safir tak bisa tidur, bagaimana bisa perusahaan cabangnya mengalami kerugian dan dia tidak tahu hal itu, segalanya membuat fikirannya seolah berat. 4 tahun dia menghandle perusahaan itu selama ayahnya meninggal tidak pernah ada kesulitan apapun. Bagaimana jika Damitri menolak kerja samanya?
Ternyata ketakutannya menjadi kenyataan, Alfa tampak frustasi pagi itu, pasalnya Nyonya Eleanor menolak untuk bertemu dengannya, dia hanya mendapatkan nomor ponselnya dari sekertaris yang mengusirnya tadi sore. Sungguh memalukan. Alfa menyerahkan nomor itu pada Safir yang kemudian segera menghubunginya. Berkali kali pangeran bermata biru itu coba menelfon, namun tidak diangkat.
“ Sial beraninya ada yang memperlakukanku seperti ini.” Lemas Safir di kursinya. Alfa tak kalah frustasi. Namun….
“ Ddddrrrrrrtt Drrrrtttt” terdengar bunyi ponselnya bergetar, senyum tergambar di wajah tampan Safir saat melihat nama “ Eleanor Damitri” tertera di layar ponselnya.
“ Halo selamat siang, ini dengan siapa?” Terdengar suaranya tegas penuh wibawa
“ Saya Safir Armanda Alvaro.” Tutur Safir getir. Sejenak terdengar hening.
“ Oh anda CEO Alvaro Company kan, maaf jika anda masih ingin bekerja sama, tapi kami tidak tertarik.” Tutur Suara di seberang membuat tangan Safir mengepal erat.
“ Ma… “ “ Tut Tut Tut” belum sempat Safir bicara, telepon sudah di putus. Alfa ternganga melihat perlakuan mereka pada seorang Safir Alvaro. Seperti apakah Damitri Company itu? Terdengar menakutkan. Tapi bukan Safir namanya kalau dia menyerah.
Tangannya mengepal erat
" Tidak ada yang bisa memperlakukanku begini." Tukasnya kesal.
Sementara disana, seorang wanita dengan penampilan sosialita kelas atas tersenyum menatap layar ponsel yang baru saja ia matikan. Di lepasnya kacamata senilai ratusan juta yang nangkring manis di hidup mancungnya.
“ Nyonya, jet pribadi anda sudah siap.” Tukas seseorang dengan pakaian serba hitam di sisinya.
Wanita cantik itu tersenyum lalu berdiri menjinjing tas bermerek diatas kaki jenjangnya yang dihiasi Hels berkelas.
“ Kirimkan kabar pada kediaman Damitri, katakan pada putriku mangsanya akan segera memasuki perangkap, waktunya memulai permainan!.” Ucapnya dingin lalu menyerahkan ponselnya pada pria tadi sebelum melangkah pergi
Safir Alvaro, selamat datang di nerakamu
Nafasmu setelah ini, akan mengingatkan pada semua rasa sakit yang telah kau torehkan.
Kau akan membayarnya
Siapakah Eleanor Damitri sebenarnya?
Wanita itu menyeka air matanya sebelum menaiki pesawat pribadinya.