perjanjian menyakitkan

1287 Kata
2 Minggu sudah berlalu setelah operasi Yuni ibu dari Anggun dan nenek sarah selesai. Keluarga Rangga sedang mempersiapkan acara lamaran untuk Rangga dan Anggun. Rangga memegang janjinya Adik Anggun sudah diberikan deposito pendidikan sehingga di Anggun tidak akan kesulitan keuangan. Rangga juga membukakan minimarket untuk Ibu Yuni,Rangga melakukannya dengan ikhlas bukan karena ingin mempermainkan Anggun. semua isi minimarket Rangga berikan dengan uangnya sendiri. Ayah dari Anggun adalah buruh bangunan yang sering pergi keluar kota untuk membangun mall, jembatan, atau apartemen. Ayah Anggun bukan buruh bangunan sah dia hanya mengikuti para teman-temannya,sehingga gajinya tidak sebanyak temannya. Rangga juga membuka toko bangunan untuk ayah Anggun,sehingga Ayah anggun tidak perlu lagi keluar kota untuk mencari nafkah. Anggun tidak mengerti sama sekali mengapa Rangga melakukan itu kepadanya Di sebuah Cafe sudah ada Anggun dan Rangga yang duduk berhadapan, di tengah-tengah sudah ada surat perjanjian pernikahan. "Kamu baca dengan teliti semua isi surat ini, tidak akan ada tuntutan suatu hari nanti kepada saya" Rangga menggeser map yang dibawanya ke hadapan Anggun "Aku tidak perlu membaca nya lagi,Mas lakukan saja apa yang harus mas lakukan dan aku akan mengerjakan apa yang harus aku kerjakan, aku hanya perlu hamil dan melahirkan seorang anak kan" Anggun mempertegas isi dari surat perjanjian yang ada di hadapannya. "Iya itulah tujuannya saya menikahimu" Rangga tidak mau menjelaskan panjang lebar lagi kepada Anggun "dan jika anak ku lahir,mas tidak akan memiliki hak sedikitpun atas anak ku kan" Anggun membaca point kedua "saya sama sekali tidak menginginkan anak itu,saya akan segera kembali kenegara SG setelah mendapatkan perusahaan alm papa saya, kamu harus berkaca,kamu sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan saya dalam pernikahan yang sesungguhnya, saya datang ke sini hanya untuk merebut hak milik perusahaan,setelah semua di tangan. saya akan segera kembali kenegara SG, saya akan menikahi wanita yang sangat saya cintai,Dia adalah seorang dokter kandungan bukan wanita rendah seperti kamu!" Rangga memperjelas perbandingan antara Anggun dan wanita impiannya "Aku tidak perduli mas akan menikahi siapa setelah pernikahan ini berakhir, tapi aku meminta 25 % saham dari perusahaan yang akan mas dapatkan, anak yang tidak mas harapkan juga akan andil dalam sandiwara pernikahan gila ini,jadi aku tidak akan membiarkan anakku tidak mendapatkan bagian apapun sementara mas mendapatkan hampir semua saham dari almarhum papa Erik" Anggun membuat Rangga terkejut, pikiran anggun tidak pendek seperti wanita kebanyakan "Jangan melewati batas Anggun Danelia" Rangga mulai tersulut emosinya, itu tidak ada dalam perjanjian mereka "Jangan permainkan anakku Rangga Hamid" Anggun memang hanya tamatan SMA tapi dia memiliki wawasan yang sangat luas. "Jika Kamu meminta sebagian saham dari perusahaan papa sata,maaf saya tidak memberikannya, tapi saya memiliki anak perusahaan dan itu akan saya kepada anakmu itu" Rangga tanpa berpikir panjang memberikan perusahaan yang sudah dirintis nya itu dan sedang berkembang pesat "Serahkan saham itu ketika kita bercerai,Anak itu tidak akan aku bunuh, dia akan aku besarkan, saat dewasa nanti dia sudah memiliki bekal untuk masa depannya, dan Aku minta kepadamu mas jangan ada nama keluarga mu di belakang nama anakku" Anggun sakit hati kepada Rangga, anak yang belum tentu di mana arahnya itu sudah dibawa ke dalam masalah yang tidak pantas untuknya "Saya tidak peduli kamu apakan anak itu" Rangga menegaskan kata-katanya kembali "Bagaimana tentang hubungan badan" anggun harus memperjelas semuanya jangan nanti dia terjebak di dalam perjanjian gila ini. "Mungkin saya tidak akan pernah melakukan hubungan badan dengan mu,saya sudah memutuskan kita akan langsung membuat bayi tabung, jadi saya tidak menyentuh mu sama sekali" Rangga sudah memikirkannya jauh-jauh hari, dia tidak akan pernah menyentuh Anggun sedikitpun "Syukurlah jika cara itu bisa berhasil, jika itu tidak berhasil,aku hanya mau berhubungan badan dengan mad sampai aku hamil setelah itu mas tidak boleh menyentuh sedikit saja" Anggun memberikan syarat yang ketiga untuk Rangga "Baiklah, dan saran dari saya kamu harus segera hamil dengan cara bayi tabung saja sehingga saya tidak akan menyentuhmu sedikitpun" Rangga menambah poin ke-3 di lembaran kontrak mereka "Kamu tidak boleh bekerja selama menikah dengan saya nanti, karena jika kamu kerja pembuahan akan sulit terjadi" Rangga sudah banyak membaca artikel tentang kehamilan "Kalau begitu berapa juta perbulan untuk hidup ku" Anggun habis memperjelas bagaimana dia nanti akan hidup jika tidak ada uang "Saya akan berikan kamu lima belas juta perbulan" Rangga menuliskan lagi point ke-4 di kertas perjanjian "Baiklah, mari kita mulai sandiwara di pernikahan ini" Anggun menandatangani surat perjanjian itu dengan hati yang terluka Sedangkan engkau sudah bahagia, impiannya sudah di depan mata Rangga dan anggun bersama-sama ke butik untuk melakukan fitting baju pengantin, sudah ada Jeslin menunggu disana. Anggun mengikuti kemauan Jeslin saja, GTA bersemangat untuk memilih gaun pernikahan sementara nya dengan Rangga Jeslin tahu pasti Anggun sangat terluka dengan pernikahan ini, sehingga dia menyerahkan semua pernikahan di tangan jesslyn, berbeda dengan Rangga yang sangat semangat memilih jas untuk pernikahan nya. Setelah 3 jam berlalu akhirnya mereka selesai juga fitting baju Anggun tersenyum palsu di hadapan keluarganya, Caca dan oki sangat bahagia dengan pernikahan Anggun. Yuni dan Wendi orang tua anggun juga tidak menyangka hidup mereka berubah total ketika Anggun akan menikah dengan Rangga. "Terima kasih banyak Mbak anggun" caca senang rangga memberikan dia banyak buku pelajaran tentang dunia bisnis, sedangkan oki mendapatkan sepeda motor baru untuk sekolah "Kamu sangat beruntung Mbak,calon suami kamu sangat memperhatikan Kami berempat" Yuni memeluk anggun dengan erat "semoga Anggun beruntung ya Bu menikah dengan Mas Rangga" Anggun tidak akan bisa menceritakan tentang perjanjian pernikahan mereka Rangga sibuk dengan pekerjaannya,dia sama sekali tidak mau tau seperti apa pernikahan nya akan terjadi, yang dia tau adalah saat menikah dia akan duduk berdampingan dengan Anggun di depan orang banyak. Sedikit pun Rangga sama sekali tidak mau terlibat dengan urusan sandiwara pernikahan nya. Gino yang selalu membantu Jeslin mempersiapkan pernikahan Rangga dan Anggun Anggun tidak berbuat banyak,dia hanya menerima semua pemberian Jeslin tanpa banyak tanya, tidak ada rasa semangat dalam dirinya, terikat dengan pernikahan bersama pria yang sama sekali tidak di cintai nya bahkan dia tidak mengenal pria itu. hari pernikahan semakin dekat, Anggun dan keluarga nya menginap di hotel bintang lima,hotel paling mewah di kota metropolitan, hotel ini jugalah yang akan menjadi saksi dari pernikahan sandiwara Rangga dan Anggun. "Anggun,kamu ibu lihat tidak pernah lagi tersenyum nak,saat kami memutuskan hari dan tanggal pernikahan kamu dan Rangga" Yuni menghampiri Anggun yang sedang duduk di balkon hotel yang tepat di depan kamarnya. "hemm" Anggun yang tengah bersedih tidak mendengarkan ibunya berbicara, "ibu tadi bilang apa" Anggun membersihkan air matanya agar tidak terlihat oleh ibunya "nak,kamu kan sudah setuju dengan pernikahan ini tetapi mengapa kamu selalu bersedih" Yuni membelai rambut Anggun yang baru selesai perawatan "Anggun sedih di umur yang masih muda ini, anggun harus menikah, makanan untuk membahagiakan ibu dan ayah" Anggun bersandar di pundak ibunya "kamu sudah banyak berkorban Mbak, jika tidak ada Rangga mungkin Ibu sudah tidak ada di dunia ini,ayah juga sudah bisa bekerja sendiri tidak ikutan orang lain lagi,adik-adik kamu juga sudah memiliki tabungan pendidikan sampai ke tingkat kuliah, maafkan Ibu mbak seharusnya kamu sedang mengejar semua impianmu, tapi kamu malah berkorban demi kami semua sampai sejauh ini" Yuni menangis di hadapan Anggun,dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada pernikahan putrinya, tapi dia percaya Rangga adalah pria yang sangat baik "Anggun menikah dengan mas Rangga, itu sudah keputusan Anggun Bu,tidak ada ucapan terima kasih dalam sebuah ikatan antara ibu dan anak, Anggun justru sudah berhutang nyawa kepada ibu,ini belum ada apa-apanya Bu dengan semua kebaikan ibu untuk Anggun" Anggun membersihkan air mata ibu nya. "semoga kamu bisa membina rumah tangga yang bahagia bersama Rangga, jangan pernah melawan suami,layani suami mu secara lahir dan batin, persiapkan semua kebutuhannya dari dia pergi bekerja sampai dia pulang ke rumah, karena Rangga tulang punggung untuk kamu dan anak anak kalian kelak" Yuni menasehati anaknya agar bisa hormat kepada suaminya nanti. Anggun terenyuh mendengar kata anak-anak yang sudah permainan bagi Rangga
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN