Pernikahan terpaksa

2063 Kata
Caca dan Anggun sedang mendorong ibunya masuk ruang ICU, Caca segera mendaftarka ibu nya, sedangkan Anggun menemani ibu nya di ruang ICU "Maaf mbak, ibu ini pingsan karena apa' tanya perawat yang sedang memeriksa Ibu Anggun "Ibu saya terkena kanker p******a,dokter menyarankan agar ibu saya cepat dioperasi, tapi saya belum memiliki uang sehingga ibu saya harus menahan sakit di rumah" Anggun menjelaskan semuanya sampai menangis "Semoga ibu ini bisa segera di tangani" perawat itu memasang selang oksigen untuk Ibu Anggun Sementara di rumah Sarah semua orang sedang panik karena tiba-tiba pingsan saat sedang menonton TV. Gino segera membawa neneknya ke rumah sakit xx tempat di mana dia biasa berobat. Niko dan Jeslin mengikuti mobil Gino dari belakang "Mama" Justin menangis melihat sarah tidak sadarkan diri "Hari ini kita akan melakukan operasi untuk Mama, mas telepon dulu orang yang akan menyumbangkan ginjalnya untuk Mama" Niko segera menghubungi Asep salah satu pendonir ginjal terpilih yang tidak ada gangguan kesehatan "Suruh langsung datang Mas" Jeslin menangis sepanjang jalan, Dia teringat kembali perdebatan hebat dengan mamanya saat akan menikahi Niko Sarah langsung dibawa untuk menemui dokter spesialis yang biasa menanganinya "Kita langsung ada kan operasi malam ini, tidak ada penundaan lagi" dr Justin langsung memeriksa detak jantung dan tekanan darah Sarah, dr Justin harus memastikan jika keadaan sarah layak untuk di operasi secepatnya "Lakukan yang terbaik dokter , pendonor ginjal akan segera datang" Niko berharap agar segera segera sembuh, meskipun dia tahu Sarah sangat membenci nya Gino, Jeslin dan Niko menunggui Sarah di ruang VIP,sementara Ibu Anggun hanya dibiarkan di ruang ICU tanpa pertolongan karena mereka tidak memiliki uang "Apa yang harus aku lakukan Tuhan" aku sangat tidak berdaya melihat ibunya yang diabaikan oleh para perawat "Kita harus gimana Mbak" Caca juga sangat marah tapi dia tidak berdaya untuk memarahi para perawat itu, karena mereka tidak memiliki uang untuk membayar kamar rawat ibunya "Apa aku harus menerima tawaran gila itu" anggun sudah tidak punya pilihan lain lagi Anggun mengirimkan pesan kepada Gino "Mas, saya akan terima tawaran menyakitkan itu,bisakah kalian membantu saya untuk mengoperasi ibu saya" Anggun gemetaran mengetik kata-kata itu Gino yang sedang fokus pada nenek nya tidak mempedulikan hp-nya. Jeslin keluar dari kamar Sarah untuk menelpon Rangga agar segera datang ke rumah sakit Saat Jeslin melewati ruang ICU dia melihat Anggun sedang menangis memeluk ibunya yang belum sadarkan diri "Anggun Kamu kenapa nak" Jeslin masuk ruang ICU dan melihat Anggun "Tolong ibu saya, permintaan yang kalian mau akan saya lakukan" Anggun sangat bahagia melihat jesslyn, dia membawa Jeslin keluar "Terima kasih nak" Jeslin masuk ke ruang ICU,dia menyuruh seorang perawat untuk menghubungi dokter Dimas, Jeslin juga memesan 1 kamar VIP "Mbak, ini siapa" tanya caca keheranan pada Anggun "Nanti ibu ceritakan ya, sekarang yang paling penting ibu kalian di operasi dulu" Jeslin mengusap kepala caca dengan penuh kasih sayang "Bilang terima kasih sama ibu Jeslin ca" Anggun sudah tidak berdaya lagi, pernikahan yang suci akan dipermainkan nya bersama Rangga "Terimakasih banyak bu" caca mencium punggung tangan Jeslin, ciuman hangat Jeslin berikan di kening caca "Terimakasih Anggun" Jeslin menangis bahagia, meskipun tau cara ini salah, tapi demi Rangga dia akan melakukan apa pun "Anggun yang terimakasih bu" Anggun hanya menunduk sedih, tapi paling tidak ibunya akan sembuh kembali Jeslin menelpon Rangga dan menyuruhnya datang ke rumah sakit, Rangga hanya Mendengarkan saja dia tidak mau menjawab apapun, tapi dia langsung berangkat mendengar nenek nya tidak sadarkan diri Caca sangat senang akhirnya ibu nya bisa dioperasi, sementara Anggun harus menahan semua akibat nya. "Mbak,itu tadi siapa" tanya Caca kepada Anggun "Mbak sedang memikirkan Ibu,jadi kita jangan membahas hal itu dulu" anggun terus menggenggam erat tangan ibunya "Maaf mbak" caca pun duduk di sofa sambil mendoakan ibunya "Bu, apa ini jalan hidup Anggun?" Asalkan ibu sembuh dan sehat kembali, Anggun tidak akan menyesali langkah yang telah Anggun ambil ini" Anggun terus memikirkan bagaimana cara dia memberitahu ibunya bahwa dia akan menikah Anggun sangat berharap ini adalah mimpi, dia juga sangat berharap agar Jeslin mau mempertimbangkan keputusannya lagi, Anggun lebih berharap jika uang itu diganti dengan kerja keras nya saja, tanpa harus menikahi anaknya. Sementara Rangga dan Jelita sudah sampai di rumah sakit,mereka langsung berlari ke ruang VIP tempat nenek mereka di rawat. "Gimana kondisi nenek ma" tanya jelita pada Jeslin "Doakan yang terbaik untuk nenek ya, jika tidak ada halangan maka nanti malam Nenek akan dioperasi" Jeslin mencium kening Jelita "Siapa yang mendonorkan ginjalnya" tanya Rangga kepada Gino "Om Niko sudah urus semuanya, sebentar lagi orang nya datang" Gino memgambil hp nya, untuk mengabari karyawannya bahwa dia tidak kembali ke cafe lagi Rangga bernafas lega sudah ada yang akan mendonorkan ginjalnya untuk nenek Sarah. Gino melihat pesan dari Anggun,dia membaca pesan itu, Gino merasa bersalah telah mempermainkan Anggun, seharusnya Anggun tidak terlibat dengan Rangga "Kita bicara berdua dulu bisa" Gino mengajak Rangga keluar dari ruangan rawat nenek Sarah "Boleh, kita mau bicara di mana" Rangga mengikuti Gino "Anggun mau menikah dengan kamu" Gino menunjuk pesan Anggun kepada Rangga "Baiklah" Rangga tersenyum senang, Anggun yang memohon kepada nya "Jangan sakiti dia Rangga" Gino sangat ingin mengganti posisi Rangga menikah dengan Anggun "Aku hanya mau perusahaan papa ku" Rangga memberikan hp Gino,saat Dia memberikan badannya ada jeslin di belakangnya "Tante sudah dengar semuanya, tante juga sudah memindahkan ruangan Ibu Anggun ke ruangan VIP, satu jam lagi Ibu Anggun akan dioperasi, iya sudah bersedia untuk menikah dengan kamu nak" Jeslin menatap Gino dan Rangga bergantian "Jadi Tante sudah mengurus Ibu Anggun kan" Gino bernafas lega Ibu Anggun sudah ditangani oleh pihak rumah sakit "Sudah Gino" Jeslin menunjukkan kepada Gino dan Rangga di mana ruangan ibu Anggun. "Kapan pernikahan akan dilaksanakan" Tanya Rangga pada Jeslin "Kita tunggu ibunya sembuh dulu nak" Jeslin tersenyum bahagia karena anaknya tidak menolak perjodohan terpaksa ini "Jika dia sudah menjadi istriku dan hamil, jangan ada persyaratan gila lagi untukku, aku hanya mengambil hak milikku" Rangga meninggalkan jesselyn dan Gino "Terserahlah Pada mu, Mama yakin Anggun akan membuat kamu jatuh cinta" Jeslin menelan kepahitan ucapan dari Rangga lagi Gino dan Jeslin mengunjungi Ibu Anggun "Selamat sore, maaf kami mengganggu kalian" Jeslin senang melihat Ibu Anggun sudah sadar kan diri "Silakan masuk Bu" Caca mempersilakan jesslyn dan Gino untuk duduk di sofa tamu "Bagaimana keadaan ibu, saya sangat berharap agar operasi Ibu berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala" Jeslin duduk di samping Anggun "Keadaan saya masih seperti ini Bu, operasi apa" Yuni Ibu Anggun baru sadar,sehingga dia tidak sempat bertanya kepada Anggun bagaimana dia bisa ada di rumah sakit, dan dari mana Anggun mempunyai uang untuk menyewa kamar VIP yang mahal "Anggun jawab ibu, kamu mempunyai uang dari mana untuk operasi ibu?"bibir Yuni gemetaran, dia membayangkan hal yang tidak-tidak "Ibu tidak usah memikirkan itu dulu, Ibu hanya perlu menenangkan diri agar operasi ibu berjalan lancar" Anggun manusia untuk menceritakan bagaimana Ibunya bisa dioperasi "Kamu dapat uang dari mana" tanya Yuni lagi "Uangnya halal Bu, aku tidak melakukan hal yang buruk" Anggun menunduk tidak berani menatap mata ibunya "Harus berapa kali ibu tanya kamu dapat uang dari mana" uni semakin marah kepada Anggun "Bu,maaf jangan salah paham kepada Anggun" Jeslin kasihan melihat Anggun yang terpojok, "Ibu jangan ikut campur, saya bertanya kepada anak saya" Yuni tampak marah sekali Anggun tidak menjawab dari mana uang untuk operasi "Bu, jangan bicara seperti itu kepada Ibu jesslyn" Anggun sangat tidak enak kepada jesselyn atas ucapan ibunya "Kamu lebih mementingkan perasaan Ibu ini daripada perasaan saya" Yuni masih menanti Jawaban dari Anggun "Bu" Anggun sangat terluka ibunya mengucapkan kata saya pada dirinya sendiri "Jawab Anggun" Yuni mencoba untuk duduk, saat Anggun membantunya yuni mendorong tangan Anggun agar jangan menyentuhnya "Kamu menjual diri kamu" perkataan menyakitkan yang didapatkan dari seorang ibu "Ibu ngomong apa,Apa ibu tidak menjaga perasaan mbak Anggun di hadapan orang lain" Caca mengusap punggung anggun yang sedang menangis "Ibu cukup, saya bisa menjelaskan semuanya" Jasmine sangat tersinggung dengan ucapan ibu Anggun "Jawab ibu Anggun" 1 tamparan melayang di pipi Anggun "Dia sudah berkorban jauh untuk Ibu,kenapa malah memukulnya" Gino tidak menyangka jika Ibu Anggun, menampar anaknya sendiri di hadapan orang yang tidak dikenalnya "Maaf saya terlambat datang ke sini" Rangga tiba-tiba datang dari pintu "Apa Ibu lupa kepada saya" Rangga mendekati Yuni dan memegang pundak Yuni agar tenang "Kamu pria yang tempo hari mendorong saya di rumah sakit ini" Yuni masih mengingat saat tangan Rangga mendorong kursi roda nya ke ruang ICU "Iya Ibu, maaf saya tidak memperkenalkan diri saya saat itu kepada ibu" Rangga bicara dengan sangat lembut kepada Ibu Anggun, Jeslin merasa sangat cemburu karena Rangga tidak pernah memperlakukannya seperti itu "Kamu siapa? apa hubungan nya dengan anggun? Tanya Yuni berulang kali "Saya sudah ingin melamr Anggun ke rumah ibu,tapi dia mengatakan jika Ibu sedang sakit sehingga dia tidak bisa menerima lamaran saya. saya pacar dari Anggun anak ibu, yang mungkin dalam waktu dekat ini kami akan menikah jika Ibu mengizinkannya" Rangga sangat pandai merangkai kata-kata yang membuat hati Ibu Anggun luluh, Jeslin merasa terluka Rangga memperlakukan wanita lain sehormat itu, tapi kepadanya rangga sangat kasar. "Sayang seharusnya kamu menjelaskan kepada ibu, kalau kamu diam diam seperti itu wajar Ibu berpikiran yang tidak-tidak tentang kamu" Rangga membuat Anggun bingung "Maafkan Ibu nak, Ibu hanya mau tahu dari mana Anggun mendapatkan uang sebanyak itu untuk operasi ibu" Yuni masih menunggu jawaban dari siapa saja yang ada di ruangan nya "Saya yang membiayai semuanya Bu, saya ini Ibu dari rangaa calon menantu ibu. maaf jika saya lancang,tapi saya tidak tega melihat Anggun kebingungan mencari uang untuk operasi ibu, ditambah lagi kondisi Ibu sudah sangat drop" Jeslin mengusap lembut pipi Anggun yang di tampar tadi "Kenapa kamu banyak diam dari tadi Anggun, kamu kan bisa menjelaskan seperti ini sehingga Ibu tidak salah paham kepadamu" Yuni memeluk Anggun sambil menangis. Gino tau jika rangga sedang bersandiwara untuk membuat hati jesslyn sakit, ntah seperti apa nanti anggun akan berada di tangan Rangga, dia hanya berharap yang terbaik untuk Anggun "Bu, saya berharap semoga operasi ini berjalan lancar,dan ibu cepat pulih agar kita bisa menikahkan anak kita dengan perasaan bahagia" Jeslin tersenyum hangat pada Yuni "Saya sangat berterima kasih buk,semoga anak kita memang berjodoh" Yuni merasa bersalah karena tadi sudah memarahi ibunya Rangga Rangga merasa sangat bahagia telah mendapatkan Anggun, wanita itu sudah kalah darinya. Gino, Jeslin dan Rangga keluar dari kamar Yuni, mereka juga harus mengurus operasi Sarah Anggun hanya bisa menahan semua rasa sakit dalam hatinya, saat dia melihat senyum ibunya Anggun sedikit senang karena senyum itu tidak akan hilang dengan nyawa ibunya. Rangga sudah tidak sabar untuk membalaskan dendamnya kepada Anggun yang telah menolaknya. satu hal lagi yang membuat rangga saat bahagia adalah perusahaan papanya akan segera diberikan kepadanya Jeslin sudah menceritakan semuanya kepada Niko, Jeslin sangat bahagia,Anggun wanita yang dipilihnya mau menikah dengan Rangga anaknya. "semoga pernikahan ini membuat dia berubah menjadi manusia lebih baik lagi, sehingga dia pantas untuk memimpin perusahaan Erick Hamid" Niko tersenyum karena dia masih bisa mengendalikan Rangga walaupun caranya termasuk tidak masuk akal. Niko adalah kaki tangan dari Erik Hamid, semua keputusan perusahaan akan Erik runding kan dengan Niko terlebih dahulu operasi Ibu Anggun sedang berlangsung, Anggun dan Caca menunggu di depan pintu operasi, pengguna hanya bisa berdoa untuk keselamatan ibunya "semoga ibu cepat sembuh ya mbak, Caca tidak mau kehilangan ibu" caca memeluk erat Anggun "semoga keputusanku tidak sia sia ya Tuhan, aku akan ikhlas menjalani rumah tangga itu nanti, karena ibuku telah selamat atas bantuan mereka, dan aku juga bersyukur kami tidak menjadi seorang anak piatu" Anggun berdoa dalam hatinya, mencoba ikhlas menjalani apapun yang akan terjadi Gino melihat Anggun dan Caca dari kejauhan, mungkin ini yang terbaik buat mereka,karena dia yakin Anggun pasti merubah sifat buruk Rangga jika mereka nanti menikah. "aku yakin Rangga pasti memperlakukan wanita itu dengan baik" Gino meyakinkan hatinya sedangkan Rangga sudah tidak sabar untuk menikahi Anggun, perusahaan papanya sudah di depan matanya. mungkin untuk saat ini Rangga menghilangkan rasa dendam kepada Anggun,karena jika tidak ada wanita itu mungkin dia akan terus diancam oleh niko "aku akan membuat perjanjian kontrak pernikahan dengan Anggun, Aku tidak mau dirugikan di kemudian hari,jika dia hamil dan punya, aku akan lepas tangan dan pergi dari negara ini,karena perusahaan papa aku sudah di tanganku. "kalianlah yang membuat wanita itu akan tersiksa hidup bersamaku, Aku tidak akan melepaskannya sampai keinginanku terkabulkan" Rangga akan secepatnya memaksa jesseyn dan Niko melamar Anggun. pernikahan yang diharapkan oleh Rangga adalah batu loncatan untuk merebut hak miliknya dari Niko, sedangkan Anggun sudah berjanji akan menjaga pernikahan yang suci di hadapan Tuhan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN