awal mula pernikahan

888 Kata
Pernikahan Anggun dan Rangga diselenggarakan dengan sangat mewah,semua rekan bisnis dari alm Erik Hamid datang untuk menyaksikan pernikahan Rangga. Kebahagiaan tampak di wajah keluarga Rangga dan keluarga Anggun. Berbeda dengan anggun yang hanya bisa diam memikirkan akan seperti apa kelanjutan rumah tangga nya nanti “tidak bisa kah kamu tersenyum sedikit saja? Apa kamu tidak tau berapa banyak uang yang harus kami keluarkan untuk pernikahan sementara ini?” rangga berbisik tepat di telinga Anggun “pernikahan sementara” Anggun tersenyum,sambil menahan air matanya Monolog Anggun on “aku hanya perlu tersenyum saja kan? Akun yakin bisa melewati semua ini. Jika tidak ada mas rangga mungkin sekarang ibu sudah meninggal. Caca dan oki juga sudah terjamin massa depan nya,ayah dan ibu juga sudah memiliki usaha yang bagus,sekarang aku hanya perlu membalasa semua nya. Aku akan menjalankan tugas ku sebagai istri” Monolog Anggun off Rangga tampak bercerita panjang lebar bersama salah satu kolega dari Niko dan Jeslin, Anggun duduk di meja keluarganya. Anggun merasa sangat miris,saat mereka hidup susah 1 pun keluarga dari ayah dan ibu nya membantu mereka “kamu beruntung yuni,anak kamu bisa menikah dengan seorang CEO perusahaan EBA,kamu tau kan ini perusahaan terbesar di Kota kita ini,mimpi apa kamu bisa mendapatkan menantu kaya raya” singgung adik yuni yang tak lain adalah tante dari anggun “Tante,sebelumnya maaf, bukankah tante harusnya bisa mengucapkan kata terima kasih kepada keluarga anggun,sehingga keluarga tante bisa menginjakkan kaki di hotel yang mewah ini,lihat lah anak tante seperti orang kampungan sibuk berphoto tanpa tidak tau malu” anggun membuat tentenya terdiam “sudah mbak,kamu jangan terpancing amarahnya.kamu harus bahagia agar mereka semakin tersiksa” yuni tersenyum pada Anggun “jaga ucapan tante mulai sekarang,karena kalau tante tau jika suami saya orang terpandang di kota ini,bukankah tante harus sopan kepada saya? Bukankah 2 anak tante itu sarjana,mereka belum bekerja kan?” anggun semakin mebuat tante nya malu sekali “baru jadi istri dari ceo saja kamu sudah sombong sekali” perempuan itu pergi meninggalkan meja keluarga anggun Anggun senang bisa membuat tantenya tak bergeming “mbak,suami kamu sudah di atas pelaminan,kamu segera kesana” yuni melihat rangga kebingungan mencari anggun “iya bu,anggun pergi dulu” Anggun mengangkat gaun nya dan berjalan menaiki tangga menuju pelaminan “Anggun sekali” rangga  tak sadar mengucapkan nya “ sama seperti nama nya” Anggun berdiri lagi di samping rangga,nenek sarah mendekati rangga,dia memeluk rangga sambil menangis,dia tidak menyangka jika rangga akan menikah secepat ini “nek,jangan menangis” rangga membersihkan air mata nenek sarah “kenapa kamu harus menikah secepat ini” nenek sarah belum bisa menerima pernikahan rangga dan anggun “karena rangga yang mau nek,ini pilihan rangga” rangga tidak mau mengatakan tujuan nya menikah adalah demi perusahaan papanya “nenek kehilangan banyak waktu bersama kamu” sarah “rangga akan tetap di sini nek,jangan menangis lagi ya’ rangga sangat sayang pada neneknya karena dia yang selalu membela rangga ketika niko dan jeslin menikah “kamu dapat wanita ini darimana,kenapa kamu tidak cari yang sepadan dengan kamu,wanita ini Cuma seorang pekerja catering makanan,dia tidak sepadan dengan kita,kamu tamatan dari universitas negara SG,kamu juga pengusaha kaya raya di sana,apa kamu ini sudah di pelet oleh wanita ini rangga” nenek sarah membuat Anggun tertegun ucapan nenk sarah tepat mengenai jantung nya “nek,anggun ini juga manusia bukan binatang,kita sama nek yang membedakan kita hanya status sosial,anggun sudah menikah dengan mas rangga,berarti status sosial kita sudah sama loh nek” anggun menjawab sarah dengan sangat sopan agar dia tidak tersinggung ‘jangan mimpi kamu,status sosial kita tidak akan pernah sama” nenek sarah sedikit kesal dengan anggun ‘tapi nanti,kita akan pasti shooping berdua loh nek,pasti seru nek” anggun bertepuk tangan kecil di bawah dagu nya “mimpi mu ketinggian” sarah meninggalkan pelaminan dengan sedikit senyuman Rangga tidak memperdulikan perdebatan kecil  anggun dan nenek nya Pernikahan yang megah sudah berakhir,semua keluarga sudah beristirahat sedangkan anggun baru selesai membersihkan dirinya dari tebal nya make up dan beratnya gaun yang tadi di pakainya. Rangga pergi entah kemana saat pesta sudah berakhir,anggun sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Pagi hari nya Anggun beserta kedua keluarga besar,sedang sarapan di tepi kolam berenang,rangga mucul secara tiba tiba entah darimana asalnya "selamat pagi semuanya" rangga duduk di samping anggun "kamu darimana saja,anggun turun duluan tadi" tanya jeslin pada rangga "ada kerja" jawab rangga,sebenci apapun rangga pada jeslin dia tidak akan mempermalukan mama nya di depan orang banyak "mau makan apa mas" anggun mencoba bersikap biasa saja di depan orang banyak "saya mau roti dengan secangkir kopi" rangga menemui keluarga anggun yang berbeda meja dengan keluarga rangga "ayah dan ibu sudah sarapan" tanya rangga dengan sangat sopan "eh rangga,sudah nak,kamu sudah sarapan" tanya ibu anggun dan ayah anggun tersenyum pada rangga "lagi diambilkan anggun buk" rangga duduk di samping caca "kamu udah sarapan ca" tanya rangga "baru selesai mas" jawab caca sopan "kamu nggak berenang" tanya rangga pada caca "nggak bisa berenang mas" caca tertawa " cuma oki yang pandai berenang nak,selebihnya tidak bisa" jawab ayah anggun " tinggal belajar saja pak" rangga tersenyum pad aayah anggun jeslin merasa cemburu saat rangga begitu hangat dengan keluarga anggun,sedangkan bersamanya rangga sangat cuek sekali. seperti nya rangga sengaja membuat jeslin terluka  "mama juga rindu bicara seperti itu sama kamu nak' jeslin tersenyum melihat rangga yang sangat kompak dengan keluarga anggun
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN