menyakiti

1337 Kata
Rangga melihat Anggun sudah menunggu di parkiran,dia sangat kesal sekali bagaimana bisa neyla yang akan menjadi Dokter anggun. Rangga teringat Gino dia pun menghubungi saudaranya itu "Ada apa Rangga" Gino yang baru bangun melihat ada panggilan dari Rangga di hp nya "Tolong bawa Anggun ke rumah sakit xx untuk menanyakan perihal bayi tabung,aku tidak bisa menemani nya, pekerjaan ku sedang banyak" Rangga tidak mau jika neyla tau Anggun adalah istri nya "Baiklah" Gino snagat bahagia bisa pergi dengan Anggun, terserahlah seperti apa nanti akhirnya tapi dia akan memanfaatkan waktu bersama dengan Anggun, sampai Rangga sadar jika Anggun Wanita yang sangat-sangat istimewa "Kamu pergi bersama Gino" Rangga langsung meninggalkan Anggun setelah melemparkan debite card kepada anggun dari mobilnya "Ada apa lagi" Anggun menggelengkan kepalanya , kecewa dengan perlakuan kasar Rangga Tak berapa lama gino pun turun untuk membawa Anggun ke rumah sakit xx "Maaf mas jadi buat repot" Anggun sangat tidak enak kepada Gino "Tidak masalah" Gino malah sangat bahagia bisa dekat dengan Anggun, pintu mobil terbuka Anggun segera naik ke dalam mobilnya "Mas Rangga kenapa ya mas,tadi dia bilang jam 4 harus segera ke rumah sakit, sekarang dia malah suruh mas Gino yang antar" Anggun bingung dengan kelakuan Rangga "Sudah tugas kamu sekarang hanya perlu melakukan apa yang telah kalian sepakati. Jika kamu sudah selesai dengan kesepakatan kalian,maka kamu akan bebas dari Semua perbuatan Rangga" Gino tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga Rangga dan Anggun "Semoga program bayi tabung ini berhasil" Anggun tidak tau seperti apa program bayi tabung ini nantinya. Gino salut pada Rangga,dia sama sekali tidak berniat menyentuh Anggun,dia memilih jalan bayi tabung agar dia sampai pada tujuan nya Sesampainya di rumah sakit xx, Gino segera mendaftarkan Anggun di bagian kandungan, Anggun sangat malu sekali yang menemani nya bukanlah suami nya tapi malah pria lain " Maaf pak,nama istri, umur dan alamatnya" tanya perawat yang berada di meja informasi "Nama nya Anggun Danelia, umur 20 tahun, alamatnya apartemen xx" Gino mendaftarkan Anggun, sementara Anggun hanya diam saja "Nama suami" tanya perawat itu lagi "Saya pakai inisial saja boleh mbak" tanya Anggun "Silahkan mbak" Jawab perawat yang sudah melihat Anggun sinis "RH" jawab anggun Setelah Gino membereskan semuanya, merekapun antri dengan nomor urut 2. Anggun melihat wajah ibu hamil yang sangat bahagia di dampingi oleh suaminya masing masing "Maafkan aku,jika nanti kamu hadir dalam rahim ini, tapi kehadiran mu tidak kami inginkan sama sekali. Pernikahan ini terjadi karena kami berdua dalam keadaan yang sangat buruk,aku harap jangan membenci ku" Anggun bergumam dalam hati nya Setelah mendapat perlakuan buruk dari Rangga, hati Anggun jadi membenci Rangga, kehadiran bayi itu akan membuat anggun semakin tersiksa. Nama Anggun di panggil oleh perawat yang membantu neyla, Gino memilih untuk ikut dengan Anggun, agar dia bisa mendengar penjelasan tentang program bayi tabung "Selamat sore dokter" Anggun duduk di hadapan neyla "Selamat Sore ibu, kita usg dulu ya, silahkan ibu naik ke atas tempat tidur" neyla heran kenapa kolom keluhan penyakit kosong "Maaf ibu,saya beri gel dulu" perawat memberikan gel di perut anggun,neyla melakukan usg,dan dia tidak menemukan ada kehamilan,atau ada masalah pada kandung Anggun "Kalau boleh saya tau,ibu memiliki keluhan apa" neyla menyudahi usg dan kembali duduk di kursi tempat semula tadi. Di ikuti oleh anggun "Saya dan suami mau program bayi tabung dokter" Anggun sangat berharap program ini bisa dilakukan. "Maaf ibu,Ada keluhan apa sampai harus mengikuti program bayi tabung" neyla melihat Gino dan anggun bergantian "Saya harus melakukan program bayi tabung untuk membalas hutang budi kepada suami saya" Anggun anak polos semakin membuat neyla bingung "Bapak,jangan diam saja,bisa bantu jelaskan maksud istri bapak,dan apa tujuan kalian melakukan bayi tabung?" neyla harus mengetahui apa alasan Anggun mau melakukan program bayi tabung,sementara untuk bayi tabung itu sangat menyakitkan dan kemungkinan berhasil hanya beberapa persen saja. "Maaf dokter,saya ini saudara anggun bukan suami nya,kami disini ingin konsultasi masalah bayi tabung,apakah Anggun bisa melakukan program bayi tabung" Gino balik bertanya kepada neyla "Gini buk Anggun, usia anda baru 20 tahun, ibu dan suaminya masih bisa mencoba mencoba untuk memiliki anak secara alami, jangan langsung memilih program bayi tabung, program bayi tabung ini biasanya dilakukan oleh pasangan yang sudah tidak memiliki harapan hamil secara alami,Ibu masih muda jangan gampang putus asa dan langsung memilih jalan program bayi tabung" neyla mencoba memberi penjelasan kepada Anggun agar mengerti jika proses program bayi tabung itu cukup lama dan juga Anggun harus siap merasakan sakitnya jika nanti program bayi tabung itu dilakukan "Tapi suami saya ingin memilih jalan ini saja" Anggun juga memberikan pembinaan kepada dirinya bahwa ini semua adalah keinginan dari Rangga "Sudah berapa lama menikah nya buk" tanya neyla "Baru 2 hari yang lalu dokter" Anggun menunduk malu "Saya rasa ibu belum melakukan hubungan suami istri,masih sangat-sangat muda dan juga pernikahan baru 2 hari sudah memutuskan untuk melakukan program bayi tabung, suami ibu Anggun berapa" neyla melihat tertera angka 25 di sana "Saya menolak melakukan program bayi tabung, dengan alasan usia sangat muda, dan saya memutuskan jika kehamilan dapat dilakukan secara alami,dengan melakukan hubungan suami istri" neyla menyudahi pemeriksaan dan konsultasi dengan Anggun "Bagaimana ini" anggun keluar dari ruangan neyla,dia berjalan sambil menangis, Gino mengikuti Anggun dari belakang. Flashback on "Aku akan menelfon mu nanti,jika Anggun sudah masuk kedalam ruangan dokter kandungan" Rangga menelfon Gino setelah dia melihat Gino turun menemui anggun "Ya,aku akan menghubungi mu jika Anggun sudah masuk ke dalam ruangan Dokter" Gino memutuskan sambungan telefon nya Flashback off "Kenapa tidak semudah yang diucapkan oleh Mas Rangga" Anggun merasa sangat malas untuk bertemu dengan Rangga Gino dan Anggun pulang ke apartemen,mereka berdua sama-sama diam tidak membahas apapun selama perjalanan dari rumah sakit sampai ke apartemen "Terimakasih ya mas" Anggun turun dari mobil, setelah Gino menjawabnya baru Anggun meninggalkan Gino Dan naik ke atas menggunakan lift untuk menuju apartemen Rangga "Kenapa aku yang menjerumuskan Anggun ke pernikahan gila ini" Gino memukul stir mobil, dia merasa bersalah pada Anggun Anggun memilih untuk memasak makanan yang akan di makannya nanti malam, Aku merasa bahagia jika dia sudah memasak. "Aku akan menyiapkan makanan untuknya, dia mau makan atau tidak terserah kepadanya" anggun memasak dengan mendengarkan musik kesukaan nya melalui HP Setelah Anggun selesai memasak,dia memilih untuk mandi sebelum makan malam. Rangga yang baru pulang entah darimana masuk ke apartemen nya,dia melihat anggun sedang makan sendirian Rangga masuk ke dalam kamarnya tanpa bicara sepatah katapun kepada Anggun,tak peduli dengan Rangga, anggun menikmati makanan nya dengan tenang setelah selesai makan Anggun membersihkan piring dan dapur sebelum dia masuk ke dalam kamarnya. Rasanya dia sangat malas bertemu dengan Rangga,saat Anggun akan masuk ke dalam kamarnya, Rangga menarik tangannya dengan kasar dan mendorongnya ke dinding "Jika program bayi tabung tidak bisa maka saya akan melakukannya dengan kasar kepadamu, saya mau kamu segera hamil, jangan mengambil keuntungan dari saya, lakukan cara apa saja agar kamu cepat hamil" Rangga mencengkram kuat pipi anggun, tak terasa air mata anggun membasahi pipinya dan mengenai tangan Rangga "Aku juga ingin cepat hamil dan lepas darimu Mas" bibir anggun bergetar mengucapkan kata-katanya "Kamu harus tahu Anggun, saya bisa mengangkat derajat keluarga mu, tapi saya juga bisa menghancurkannya dalam sekejap" Rangga mendorong kuat pipi Anggun hingga dia terjatuh ke lantai "Aku akan segera hamil, aku juga sudah tidak tahan hidup bersama denganmu, kamu juga harus cepat menghamili aku, hanya dengan satu kali berhubungan badan, Apa kamu bisa? Anggun berteriak kepada Rangga "Jangan berteriak kepadaku!" Rangga menendang kaki Anggun, tangisan anggun memenuhi apartemen, Rangga meninggalkan Anggun begitu saja dan pergi untuk menemui neyla "Aku sangat membencimu" Anggun berteriak dengan sangat keras mengungkapkan rasa benci nya kepada Rangga Anggun menangisi nasib buruk.dia harus menikah dengan Rangga, kebahagiaannya masih jauh dari harapan nya bahkan menurutnya tidak ada yang namanya kebahagiaan dalam rumah tangganya ini Rangga menemui neyla untuk menghilangkan rasa amarah nya, mereka berdua berjanji untuk bertemu di sebuah Cafe mewah. Neyla tentu saya mau menemui Rangga karena dia juga sangat menyukai Rangga "aku harus tampil secantik mungkin agar Rangga menyatakan cinta kepadaku" neyla sudah mempersiapkan dirinya dengan sangat cantik agar Rangga terpesona kepadanya setelah Neyla selesai berdandan dia mengendarai mobilnya untuk menuju Cafe ,tempat di mana dia bertemu dengan Rangga ,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN