berkerja keras

2112 Kata
Anggun sangat yakin pasti ada jalan yang akan dibukakan Tuhan untuknya. Anggun akan berusaha sekuat tenaganya agar Ibunya bisa operasi mengangkat kanker yang ada di dalam tubuh ibunya. Tepat pukul 4 pagi Anggun sudah bangun untuk menyiapkan pesanan dari Gino. Anggun bukan tipe orang yang akan berlarut-larut dalam satu kesedihan karena baginya itu tidak ada jalan keluar. Anggun menanamkan di dalam dirinya tidak akan pernah menyerah kepada apapun juga, karena dia sangat percaya dirinya mampu untuk melewati badai yang datang ke dalam keluarganya Anggun seorang gadis yang berumur 20 tahun, tapi keadaan yang memaksanya untuk tumbuh menjadi sangat dewasa. keadaan ekonomi yang terpuruk membuat Anggun mengubur dalam-dalam mimpinya untuk mengejar bangku kuliah. Kemampuan yang ada di dalam diri Anggun sama sekali tidak disia-siakannya, Anggun bersusah payah untuk membuat catering nya berkembang. Hinaan bahkan cemooh sudah didapatkan dari tetangga atau bahkan keluarganya sendiri.aku menjadikan itu sebagai tangga untuk menuju keberhasilan, bagi Anggun membalas ucapan orang-orang yang menyakitinya adalah keberhasilan yang bisa ditunjukkan melalui kedua adiknya yang bersekolah hasil kerja kerasnya. Anggun mulai menggoreng ayam, tahu dan tempe. Tangannya sudah terbiasa untuk mengerjakan semuanya dengan cepat, bahkan Anggun merajang semua bumbu dengan pisau tajam tanpa melihat apa yang dipotongnya. Begitulah Anggun larut dalam dunianya, dia selalu fokus mengerjakan apapun. dua jam berlalu anggung sudah selesai membuat menu masakannya yang akan dihidangkan di hadapan keluarga Rangga. "Mbak, kenapa nggak bangunin caca untuk membantu memasak sih" caca yang baru bangun terkejut melihat Anggun sudah selesai memasak banyak menu makanan "Kalau mbak bangunin kamu dulu ya Ada Mbak nggak jadi masak, kamu tidurnya kayak kebo" Anggun tertawa melihat wajah kusut adiknya "Mbak jangan bekerja sekeras ini sendirian, Caca pasti langsung bangun untuk menolong Mbak" Caca mulai membungkus makanan yang sudah dipisahkan oleh Anggun "Ya sudah kamu bantu mbak bungkus makanan saja biar cepat" Anggun memberikan bagian pembungkusan kepada adiknya sementara dan membersihkan semua alat-alat dapur yang dipakai untuk memasak tadi Caca sangat memperhatikan kebersihan makanan Anggun,karena jika ada makanan yang kotor, Anggun akan sangat marah. Jika makanan kotor apalagi itu pelanggan yang pertama kali nya memesan catering Anggun, kebersihanmempengaruhi nilai pelanggan untuk memesan makanannya kembali Oki adalah Adik Anggun yang paling kecil, dia cengeng dan sedikit manja, seperti pagi ini dia meminta dibelikan kuota untuk bermain game. "Mbak Anggun belikan kuota untuk oki ya, game oki gantung banget nanti oki bisa kalah" oke menanya kepada anggotanya sedang membersihkan peralatan dapur "Oki kan sudah dibilangin jangan main-main game kayak gitu,kamu bisa hancur karena bermain games seperti itu" Caca sangat tidak suka jika oki selalu merengek kepada Anggun untuk meminta hal-hal yang berguna "Mbak caca nggak tahu ya jika game ini sedang naik daun di kalangan anak muda" oki heran kenapa kedua mbaknya tidak pernah bermain-main game seperti dirinya "Mbak sama sekali nggak tertarik game kamu itu, kalau menurut Mbak sih kita harus tahu diri saja, karena hidup kita bergantung kepada mbak Anggun. jadi jangan susahkan mbak anggun hanya karena kebutuhan seperti itu" Caca menegaskan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya untuk oki "Bisa nggak kalian jangan ribut di depan rezeki" Anggun boleh marah ketika kedua adiknya sering berdebat tidak jelas "Caca kesal sama oki karena dia bisa nya menghamburkan uang, sementara kita sangat perlu uang untuk kelanjutan dari penyakit ibu" Caca bukan tipe kakak yang suka menutup kebodohan adiknya, Caca sangat tegas kepada oki, berbeda dengan Anggun yang sangat sayang kepada oki "Kalau mbak sanggup pasti akan mbak berikan apapun kepada kalian, tapi sayangnya mbak nggak sanggup kayak orang di luar sana" Anggun sangat tahu jika adiknya pasti membutuhkan sesuatu yang mereka mau tapi dia belum bisa memberikannya "Makanya mbak harus kerja dong, oki nggak mau kelihatan susah di depan teman-teman oki". Paling tidak oki bergaya ke sekolah untuk menghindari bullying" Jawaban menyakitkan dari oki kepadanya "Kamu pikir Mbak hanya tidur-tiduran di kamar, Mbak kerja kamu lihatkan" Anggunn masih mencoba untuk bersabar menghadapi Oki "Kerja apaan, yang oki lihat Mbak hanya sibuk menghabiskan waktu di dapur untuk memasak saja, jadi Mbak kerjanya kapan,?" Oki selalu mencari bahan pertengkaran di rumahnya "Oki sekarang kamu mandi dan ke sekolah, jangan buat amarah Mbak meledak,Kamu tidak akan boleh masuk ke rumah ini jika Mbak sudah sangat terlalu sakit hati dengan semua ucapan kamu" Anggun menyusun perlengkapan dapur ya sudah selesai dibersihkannya ke dalam lemari piring Mendengar ancaman dari Anggun,oki segera mandi dia tidak mau berdebat lagi dengan Anggun. "Sekali-kali Mbak tampar aja mulutnya biar dia tahu sopan santun berbicara dengan orang yang lebih tua darinya" cuaca sangat tidak suka dengan sikap oki yang bergaya seperti anak orang kaya,bahkan dia tidak pernah menghargai Anggun yang susah payah mencari uang untuk makan dan uang sekolah untuk mereka berdua. "Biarkan saja dia seperti itu Cha,kalian Mbak suruh sekolah untuk masa depan kalian, setelah kalian tamat SMA kalian itu bukan anak kecil lagi, jadi Mbak percaya kalian akan bijak untuk menentukan masa depan kalian berdua" Anggun selalu bersikap dewasa walaupun umurnya masih terbilang sangat muda "Caca akan membantu mbak Anggun setelah tamat sekolah nanti, caca selau berdoa Mbak, supaya kita mempunyai satu warung kecil untuk menjajakan makanan kita" Caca sangat ingin sekali mempunyai warung kecil untuk mereka berjualan makanan "Amin,semoga kita bisa secepatnya memiliki warung kecil dulu,kemudian kita punya ruko, kalau tuhan izinkan kita memiliki resto yang kita oleh sendiri" Anggun menyusun semua makanan yang sudah di buku Caca ke dalam box besar "Ini pesanan buat siapa mbak" Caca membantu Anggun menyusun makanan ke dalam box "Katanya sih ini untuk nenek yang anaknya punya perusahaan EBA, perusahaan ini juga sering memesan makanan kepada kita setiap 4 kali seminggu" Anggun merapikan meja agar bersih kembali dan menyuruh Caca untuk segera mandi agar tidak terlambat ke sekolah "Ya udah Mbak Caca mandi dulu ya" Caca masuk ke dalam kamar mandi setelah Oki selesai mandi "Kamu makan dulu sebelum pergi sekolah" Anggun mengangkat box besar itu sendirian, dia sangat marah kepada oki karena ucapan yang terlalu menyakitkan hati "Iya mbak" oki sangat takut kepada Anggun yang kelihatan marah sekali kepadanya,oki mengambil piring untuk makan, rasanya dia ingin cepat-cepat pergi dari rumah agar tidak bertemu Anggun lagi Setelah Anggunnya selesai membereskan makanannya, Dia segera bergegas ke kamar ibunya untuk mengantarkan makanan pagi. Sebelum makan Ibu Anggun meminta untuk mandi dulu. "kalau begitu Anggun masak dulu air panasnya,Ibu tunggu di sini sebentar" Anggun langsung memasak air panas untuk ibunya Sementara di apartemen Rangga dia sudah bangun duluan, Rangga membuka kulkas tapi tidak ada makanan yang bisa dimasak nya untuk jelita. "Mas, jelita lapar mau makan" jelita meletakkan tasnya di atas meja sambil menunggu sarapan yang akan dibawakan oleh rangga "Saya belum sempat belanja untuk kebutuhan dapur, sebelum ke sekolah kita makan di luar saja, bagaimana Apa kamu mau?" Rangga berharap Jelita mau supaya dia tidak perlu susah-susah untuk memasak makanan "Jelita, nggak bisa makan yang gitu kalau pagi mas" jelita sangat sebal, kalau dia di rumah mamanya sekarang dia tinggal duduk dan makan, jesslyn sudah menyiapkan segala kebutuhannya "Ya udah kalau begitu kamu pulang saja ke rumah mama mu, saya tidak bisa memasak pagi jika tidak ada makanan yang bisa dimasak" Rangga meninggalkan Jelita sendiri di dapur "mama, jelly sangat lapar. Jelita mau pulang saja ke rumah mama" jelita menangis di meja makan, Rangga mendengar Adiknya menangis dia sangat kasihan. Tak lama handphone milik jelita berdering, tertera mama di layar hp nya "hallo ma" "sayang, kamu sama mas Rangga sudah makan nak" Jeslin sangat yakin jika kedua anaknya pasti belum makan, karena Rangga tidak memiliki art "belum ma,mas Rangga belum belanja untuk isi kulkas" jelita menahan air matanya agar tidak ketahuan menangis "kamu kirim alamat apartemen Mas Rangga, Mama bawa makanan ke situ kalian" Jeslin memutuskan sambungan teleponnya, dia bergegas menyiapkan makanan untuk kedua anaknya Jelita langsung mengirimkan alamat apartemen Rangga,Dia tidak tau jika Rangga bisa marah atau tidak dia mengirimkan alamat apartemen tanpa permisi dulu kepada nya Rangga sudah mendengarkan pembicaraan Jelita dan Jeslin,dia memilih untuk mandi saja, karena ini hari pertama dia untuk mulai bekerja di perusahaan EBA. Rangga akan mengantarkan Jelita mendaftarkan sekolah dulu, kemudian dia akan segera ke perusahaan papa nya. 20 menit Rangga baru keluar dari kamarnya, Rangga sudah merapikan kamarnya sebelum mandi tadi, matanya langsung tertuju pada kamar Jelita. dia melihat jika kamar adiknya itu sudah rapi "mas Rangga,ayo kita makan. Mama udah bawa makanan untuk kita" Jelita memanggil Rangga sedangkan Jeslin sedang menyiapkan piring, untuk tempat makanan yang di bawanya tadi Rangga tidak bisa berbuat kurang ajar di depan mama nya karena dia takut jika Jelita menirunya, bagaimana pun juga Jeslin adalah mama nya sendiri "Rangga,makan sini nak" Jeslin menarik tangan Rangga dan membawanya duduk di meja makan "mama ambilkan nasi kamu ya nak' Jeslin memgambil piring untuk Rangga, dia mengisi nasi dan lauk kesukaan Rangga Rangga hanya diam saja,dia melihat adilnya makan dengan lahapnya, Jeslin memberikan piring nya kepada Rangga. Jeslin duduk di samping Rangga dia melihat krah baju anaknya tidak rapi. Jeslin berdiri dia merapikan baju anaknya agar terlihat sempurna "mas Rangga makannya yang banyak mas" Jelita menambahkan nasi ke piring Rangga, karena dia melihat Rangga makan dengan sangat lahap "kamu cepat makan,saya harus mendaftarkan kamu ke sekolah xx dulu,dan ini juga hari pertama saya bekerja, jadi jangan sampai kamu gagal masuk sekolah hari ini" Rangga melihat jam di tangannya "pelan saja nak, kamu bisa ke kantornya kapan kamu mau" Jeslin tidak mempersalahkan masalah Rangga yang akan terlambat ke kantor "bukankah disipilin itu harus jadi contoh untuk karyawan kantor" Rangga menjawab tanpa melihat mata Jeslin "bukankah disipilin itu harus jadi contoh untuk karyawan kantor ma" mas Rangga kalau bicara harus ada ujung panggilannya dong,nggak sopan tau mas" jelita menasehati Rangga "kamu bicara apa jeli, makan nasi kamu, jangan gitu ngomong sama mas kamu" Jeslin takut Rangga marah kepada nya karena perasaan nya sedang bahagia "maaf saya lupa" Rangga tersenyum pada Jelita setelah selesai makan Jeslin membersihkan piring kotor terlebih dahulu sebelum dia keluar dari apartemen Rangga. "mama pamit kerja dulu ya nak" Jeslin melihat rambut jelita belum di sisir,dia mengambil sisir dan menyisir rambut Jelita "iya ma, jelita sama mas Rangga aja mendaftarkan sekolah nya ya" jelita selesai memasang ke dua sepatu nya Rangga sudah sangat rapi,dengan stelan jas yang di pakainya, terlihat ketampanan Rangga dan wibawa nya sebagai seorang pemimpin. "kamu sudah sangat besar nak' Jeslin berdiri dan memastikan lagi jika anaknya sudah rapi "ayo kita berangkatlah Jelita" Rangga tidak mau banyak berinteraksi dengan Jeslin "ayo mas" Jelita mengambil tas nya,dia memeluk dan mencium Jeslin "kalian berdua hati hati ya nak" Jeslin mengusap kepala jelita "kita turun bersama sama saja ma" Jelita menggandeng tangan Jeslin keluar dari apartemen Rangga Rangga pun mengikuti mereka dari belakang setelah dia memastikan apartemen sudah terkunci "mas Gino mana" tanya Jelita kepada Rangga "dia tidak ikut, Nenek harus ditemani tidak boleh ditinggal" Rangga menjawab tapi matanya tidak melihat kepada lawan bicaranya "nanti siang ada acara untuk nenek,kalian datang jam makan siang,jangan sampai terlambat" Jeslin sangat senang bisa melihat Rangga dan jelita makan bersama "iya ma" jawab jelita sedangkan Rangga diam membatu Jeslin pergi terlebih dahulu ke kantor, sedangkan Rangga dan Jelita menuju sekolah xx dulu untuk mendaftarkan Jelita. "kamu yakin akan bersekolah di sekolah xx kan" Rangga yang sedang mengendarai mobil membuka pembicaraan dengan jelita "yakin dong mas" Jawab Jelita dengan semangat "jangan mau di bully lagi,kamu harus melawannya,jangan cengeng" Rangga sangat dingin kepada siapa saja yang baru dekat kepada nya, tapi tidak untuk jelita adiknya "kan udah ada mas Rangga, Jeli nggak takut lagi" Jelita tersenyum pada rangga ingin menunjukkan jika dia sangat bahagia dengan kehadiran Rangga Rangga hanya tersenyum pada jelita, sesampainya di sekolah xx, Rangga dan Jelita menemui kepala sekolah untuk memberitahukan jika Jelita akan mendaftar di sekolah xx "selamat pagi pak" Rangga mengetuk pintu ruangan kepala sekolah, tertulis nama Irwan di papan nama yang ada di pintu "selamat pagi pak, silahkan masuk" Irwan berdiri dari kursi kerjanya,dan mempersilahkan Rangga dan jelita untuk masuk ke dalam ruangan nya Rangga dan Jelita masuk, mereka berduaan duduk di hadapan Irwan. Rangga langsung menyampaikan bahwa adiknya akan bersekolah di sekolah xx, alasan kepindahan jelita karena adiknya mendapat bully di sekolah lama nya. Rangga menanyakan dulu kepada kepala sekolah apakah si sekolah xx ada kasus yang sama seperti kasus adiknya setelah bicara panjang lebar,dan prosedur yang panjang akhirnya Jelita bisa bersekolah di sekolah xx. Irwan mengatakan jika Jelita datang ke sekolah lusa saja, karena 2 hari ini sekolah sedang mempersiapkan acara untuk ulang tahun sekolah. Rangga memutuskan untuk membawa Jelita ke perusahaan EBA,dia tidak mau meninggalkan adiknya sendirian di apartemen. Jelita hanya menuruti perkataan Rangga dia senang sekali bisa main ke perusahaan dan bertemu dengan mama nya di situ "mas,aku beli cemilan ya" Jelita tidak mau bosan nanti hanya diam menemani Rangga "iya" jawab Rangga singkat dan dia memberhentikan mobil di depan minimarket, jelita langsung keluar dan masuk ke dalam mini market untuk membeli banyak cemilan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN