Bahkan saat pergi ke kampus, Zoya harus di antarkan oleh Zeyn dengan mobil mewahnya dan dikemudikan oleh supirnya. "Aku akan menjadi perbincangan orang-orang dan mengira jika mungkin aku menjual diriku." Ucap Zoya saat mereka hampir sampai ke kampusnya. "Aku akan merobek mulut yang berani mengatakan itu padamu." Ucap Zeyn yang membuat Zoya menghela nafas panjangnya. "Ya, robek lalu bakar saja." Ucapnya kesal namun Zeyn tersenyum mendengarnya. "Dengan senang hati." Zoya semakin malas mengobrol dengan Zeyn yang tidak jauh dari kekerasan. "Di sini saja." Ucap Zoya kepada sang supir. "Tidak! Aku akan mengantarkanmu sampai dalam." Ucap Zeyn menolak dan akhirnya membuat sang supir tidak jadi berhenti. "Berhenti!" Ucap Zoya yang akhirnya supir berhenti. "Jangan terlalu memaksaku, ini ma

