Sedangkan di tempat lain. Zeyn kini sudah berada di negara ayahnya, dia memang pamit ada urusan dan langsung pergi ke bandara namun untuk menemui ayahnya.
Dia tidak bisa menunda dan ingin bertemu dengan ayahnya dan menanyakan suatu hal tentang masa lalu Zoe.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Reyhan yang di angguki oleh Zeyn.
"Aku sangat baik, aku hanya ingin menanyakan suatu hal lalu akan pulang." Jawab Zeyn namun Reyhan tidak terkejut karena Zeyn memang biasa seperti itu, jika Zeyn tidak menanyakannya melalui telefon, itu berarti pertanyaannya sangat penting.
"Ada apa? Kau tidak menemui ibumu dulu?" Tanya Reyhan dan mengira jika putranya tidak mampir ke mansion dan langaung ke kantor ayahnya.
"Aku akan menemuinya saat ingin pulang."
"Ibumu akan mengomel dengan kebiasaanmu itu." Ucap Reyhan namun Zeyn hanya tersenyum tipis.
Di dalam hati Reyhan. Sejujurnya dia sangat senang melihat putranya sepertinya sudah baik-baik saja setelah kepergian Zoe, dia selalu memantau keadaan Zeyn lewat Ronald dan salah satu anak buahnya. Dan mereka mengatakan jika Zeyn sudah mulai mau melakukan aktifitas lagi.
"Aku tadi pagi sudah menikah." Ucap Zeyn memberitahu yang membuat Reyhan jelas saja melotot dengan perkataan Zeyn.
"Apa maksutmu? Menikah dengan siapa? Bagaimana kau bisa menikah dengan wanita lain." Reyhan jelas saja marah, selain Zeyn tidak memberitahunya, dia juga marah karena Zeyn menghianati Zoe begitu cepat dengan menikahi wanita lain.
"Aku menikahinya." Ucap Zeyn memperlihatkan foto pernikahannya tadi pagi.
Reyhan jelas semakin terkejut ketika melihat Zeyn menikah dengan Zoe.
"Apa maksutnya semua ini? Foto kapan? Kenapa kau bisa memiliki foto pernikahan dengan Zoe?" Reyhan benar-benar tidak mengerti dengan semua ini.
Dia sangat tau jika Zoe sudah meninggal dan bahkan mereka sendiri yang menyaksikan pemakamannya, namun entah kenapa Zeyn memperlihatkan foto pernikahannya dengan Zoe.
"Dia bukan Zoe, namanya Azoya Gabriella." Ucap Zeyn.
Reyhan semakin shock dengan perkataan Zeyn, dia bahkan melihat semua foto-foto Zeyn dengan wanita yang mirip dengan Zoe, terlihat seperti mustahil.
"Dia Zoe. Wajahnya sangat mirip. Apa maksut semua ini?"
"Awalnya aku juga terkejut, aku mengira jika dia adalah Zoe, tapi aku sudah menyelidikinya jika dia bukan Zoe, tapi Zoya. Dan di sini aku ingin bertanya denganmu. Apakah dulu saat Daddy menemukan Zoe ada sesuatu yang ada di dalam dirinya? Maksutku aku mencurigai mereka adalah kembar karena Zoya juga di besarkan di yayasan panti, mereka menemukan Zoe di depan seperti sedang menunggu seseorang. Namun saat di tanya dia seperti seorang anak yang kebingungan." Ucap Zeyn menceritakannya.
Penjelasan Zeyn akhirnya membuat dia mengerti. Dia pun sebenarnya tidak menyangka namun dia terlihat mengingat sesuatu.
"Daddy menemukannya dalam keadaan terluka, bahkan sebenarnya dia hilang ingatan," ucap Reyhan yang membuat Zeyn mengerutkan dahinya.
Zeyn sama sekali tidak tau jika memang ayahnya menemukan Zoe dalam keadaan terluka karena dulu Zeyn tinggal di markas dalam beberapa bulan untuk dilatih oleh anak buah kepercayaan ayahnya.
"Lalu bagaimana bisa Daddy tau namanya Zoe? Daddy yang memberikannya sendiri?" Tanyanya.
"Tidak! Nama itu sepertinya memang nama aslinya, dia memiliki kalung di mana namanya di sana tertera Aluna Zoe, sebenarnya Daddy bahkan memanggilnya dengan asal, entah nama panggilannya sebenarnya Luna atau Zoe. Daddy memilih Zoe karena mirip denganmu," ucap Reyhan.
"Kalung? Kalung mana? Aku tidak menemukan kalung apapun di tempat penyimpanan Zoe? Aku juga tidak pernah tau jika dia memiliki kalung itu semenjak kecil."
"Ada! Kau mungkin yang melupakannya, dia sering memakai kalung berbentuk seperti bulan saat dia kecil, hanya saja memang ibumu sering membelikan dia kalung lain, untuk itu dia mungkin melepasnya,"
"Apa itu berarti kalung itu ada pada Mommy?" Tanya Zeyn yang membuat Reyhan terdiam.
"Daddy tidak tau, apa kau sudah mencarinya di kamar Zoe?" Tanya Reyhan.
"Aku rasa sudah."
"Cari dengan benar! Sepertinya Zoe sendiri yang menyimpannya, tapi jika kau penasaran, kau harus mengatakan ini kepada ibumu agar tau kalung itu sebenarnya ada di mana." Ucap Reyhan menyarankan.
"Aku tidak mau membuat Mommy nantinya akan heboh, aku akan mencarinya dulu saja, tapi aku penasaran jika memang mereka kembar, kenapa mereka di buang?" Tanya Zeyn.
"Daddy akan membantumu dan mencari tau jika kau mau."
"Aku sudah pernah mencari tau tapi sedikit susah karena kejadiannya sudah sangat lama dan tidak ada petunjuk apapun lagi." Ucap Zeyn.
"Daddy akan mencobanya." Ucap Reyhan pada akhirnya yang di angguki oleh Zeyn. Dia sepertinya memang membutuhkan bantuan ayahnya dalam soal ini.
"Ngomong-ngomong. Kapan kau menemukannya? Bukankah kematian Zoe saja belum satu bulan, jika dilihat dari fotonya, dia tidak bahagia menikah denganmu." Ucap Reyhan yang melihat foto-foto pernikahan anaknya yang memang kebanyakan Zoya tidak tersenyum.
"Tiga hari yang lalu, aku memang memaksanya untuk menikah denganku." Ucap Zeyn yang membuat Reyhan terkejut.
"Kau memaksanya? Itu berarti dia menolakmu?" Reyhan terkejut namun juga menggoda anaknya yang membuat Zeyn akhirnya megingatnya.
"Dia bahkan mengatakan lebih memilih mati dibandingkan menikah denganku." Ucap Zeyn yang kesal namun membuat Reyhan tertawa.
"Astaga! Ada wanita seperti itu? Benarkah? Bahkan tidak ada wanita yang menolakmu sebelumnya dan menginginkan dekat dan menjadi wanitamu,"
"Dia wanita yang berbeda, entahlah. Aku sangat menyukainya. Selain wajahnya sangat mirip dengan Zoe, aku merasa tertantang dengannya yang menolakku mentah-mentah di saat aku memilih dia sebagai wanitaku." Zeyn tersenyum tipis karena bahkan Zoya menolak utuk dicium olehnya di mana semua wanita mengantri ingin merasakan ciumannya.
"Dia tidak pernah bergelut dengan kekerasan dan bahkan melihat pembunuhan sekalipun, saat dia melihatku membunuh dan memiliki senjata, dia sangat takut. Untuk itu dia tidak mau hidup denganku, padahal aku menjanjikan kemewahan dan menjadikannya ratu di dalam istanaku, tapi bodohnya dia menolak dan memintaku untuk membunuhnya saja,"
"Wanita menarik." Lanjutnya yang tersenyum jika mengingat Zoya saat menolaknya.
"Lalu apa yang kau lakukan sehingga dia mau menikah denganmu?" Tanyanya penasaran.
"Aku mengancamnya akan membunuh orang terdekatnya dan akan menghancurkan panti di mana dia di besarkan," ucap Zeyn yang membuat Reyhan menggelengkan kepalanya pelan karena itu memang hanya sebuah ancaman karena di tidak mungkin melakukan itu semua.
Zeyn tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah, namun jika orang itu bersalah atau melakukan kesalahan sekecil apapun, dia bahkan bisa menjadi orang paling kejam untuk membunuhnya.
"Kau membuat dia akan membencimu jika seperti itu." Ucap Reyhan.
"Biarkan saja, awalnya benci, lama-kelamaan pasti aku bisa menaklukkannya,"
"Hamili saja dia." Reyhan malah mengompori anaknya yang membuat Zeyn akhirnya tertawa.
"Dia bahkan memintaku untuk tidak menyentuhnya dan menciumnya."
Perkataan Zeyn membuat kesuanya akhirnya tertawa namun terhenti karena ada yang masuk ke dalam ruangan ayahnya.
"Sial." Umpat Zeyn karena ternyata yang datang adalah ibunya.
"Sejak kapan anak ini ada di sini?" Anya jelas saja terkejut karena ada Zeyn di sini."
"Baru saja, ini aku mau pulang." Ucap Zeyn memeluk ibunya dan mencium keningnya.
"Aku kembali, Dad." Zeyn langsung keluar dari sana dan tidak mau ibunya nantinya bertanya-tanya lebih banyak lagi.
"Dia sudah tidak apa?" Tanya Anya yang sebenarnya sedikit terkejut dengan Zeyn yang sudah kembali seperti dulu lagi.
"Ya, asal kau tau jika putramu sudah menikah." Ucap Reyhan yang membuat Anya melotot.
"Apa?"