PART 36

637 Kata
"Ikut gue!" Dasha menarik Kila menjauh dari kerumunan Murid yang berhamburan keluar gerbang untuk pulang. "Lo mau apa? Lo udah maafin gue, ya? Gue sen--" Plak! "Gue nggak nyangka lo bisa selicik itu! Lo bermuka dua! Ternyata lo nusuk gue dari belakang! Kenapa lo tega, hah?!" Kila memegang pipinya memanas akibat tamparan Dasha. "Lo... lo ke-kenapa, Sha...?" bibir Kila bergetar tidak karuan. Baru kali ini ada seorang teman yang menamparnya. "Jangan pura-pura gak tau! Gue sekarang udah tau sifat genit lo, Kil!" "A-apa? Gue genit?" sungguh, Kila bertanya-tanya. Ia salah apa sampai dikatai seperti tadi. "Gue nyesel temenan dan kenal sama lo! Hati lo busuk! Gue dan Abian mau tunangan, Kil. Tunangan! Tapi, kenapa lo malah..." Dasha menarik nafas. Kedua matanya sudah berkaca-kaca. "Kenapa lo malah pacaran sama dia?" lanjut Dasha melemah. Kila terbelalak. "Hah? Siapa yang bilang itu ke lo? Gue sama sekali nggak ada hub--" "Stop! Please, stop! Lo jangan bohong lagi. Gue sekarang gak akan percaya kebohongan lo." potong Dasha. "Dasha, sumpah demi Tuhan, gue nggak pacaran sama Abian." "Jangan sebut-sebut Tuhan!" gertak Dasha. "Kalian kemarin berduaan di halte waktu hujan deras. Kepala lo nyandar di pundak dia. Lo sama dia keliatan mesra banget. Lo seakan-akan nggak inget kalau Abian udah punya gue. Hati nurani lo ke mana?" "Itu gue bukannya engga--" "Lo bilang, lo bakal jadi mak comblang dan buat Abian suka sama gue, tapi malah lo yang suka Abian." Dasha maju 2 langkah. Jarinya menunjuk wajah Kila. "Lo munafik!" Air mata Kila mengalir deras. "Gue nggak seperti yang lo pikirin." "Mulai saat ini, jangan temuin gue lagi. Pertemanan kita udah putus. Gak ada gunanya lagi. Sekarang, gue bukan teman lo. Gue jijik punya teman munafik!" Dasha menarik langkah, namun Kila sigap menahan Dasha. "Dengerin gue dulu. Gue gak suka Abian. Lo liat, kan, gue sama Abian setiap ketemu berantem." Kila memasang wajah memelas. "Oh, gue tau. Jadi kalian pura-pura berantem biar gue nggak curiga kalau lo ada hubungan sama dia kan?" Dasha tersenyum getir. Kedua netranya menyorot banyak rasa kecewa. "Bukan gitu," "Lepasin tangan gue. Gue nggak mau dipegang cewek murahan kaya lo!" satu hempasan berhasil membuat genggaman Kila terlepas. Mendadak tubuhnya begitu lemas. Kila tidak menyangka Dasha makin tambah membencinya. Tadi Naufal berubah, sekarang Dasha juga. Kenapa seiring berjalannya waktu, semua orang berubah? *** Kila berjalan cepat menaiki tangga. Air matanya sudah tumpah sejak perjalanan tadi. Dia hanya butuh sendirian. Menenangkan pikirannya yang sudah berantakan. Kila masuk ke dalam kamar, kemudian dia kunci rapat-rapat. Tubuhnya menyambar kasur dengan posisi telungkup. Tidak ada yang mengerti dirinya. Semua orang sudah berubah. Sekarang, dia harus menangis sendirian tanpa sandaran. Dania! Ya, nama cewek itu terlintas di benaknya. Dia meraih telefon, tapi tunggu. Kila ragu. Bagaimana jika Dania malah membela Dasha. Tidak. Dia tak berani mengambil resiko itu. Mata sembab Gadis itu perlahan tertidur. Belum satu menit Kila terlelap, dering telefon terdengar. Begitu Kila membuka ponsel, tertera nama "Dania" di sana. Kila perlahan menggeser ikon hijau. "Halo, Kil. Lo gak apa-apa kan? Gue udah tau masalah lo. Dasha nuduh lo pacaran sama Abian kan?" "Iya..." "Gue yakin, itu gak benar. Lo tenang aja, Kil. Gue bakal buat dia baik lagi ke kita." "Makasih, Dan." "Untuk?" "Untuk rasa percaya lo." "Oh, itu udah wajib. Gue sahabat lo sejak bayi jadi gue tau sifat lo. Lo gak bakal ngerebut pacar teman sendiri bahkan rebut makanan dari gue aja, lo gak berani." Kila begitu terharu. Andaikan saja Dasha seperti Dania. "Kil?" "Iya?" "Gue perlu ke sana?" "Gak usah, Dan. Ucapan lo udah bikin gue lega. Tapi untuk sekarang, gue mau sendirian dulu." "Tapi..." "Gue tutup, ya," Kila mengakhiri panggilan. Dia kembali memeluk bantal guling. Menumpahkan air mata sebanyak mungkin. Kila tidak tahu sampai kapan dia menangis, tetapi dia ingin mengeluarkan semua kesedihannya sekarang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN