Dasha: Kita ketemuan di restoran biasa. Abian spontan terduduk di tepi ranjang. Ada apa sampai-sampai Dasha mengajaknya bertemu malam-malam? Tumben sekali. Tidak ingin tenggelam dalam pertanyaannya sendiri, Cowok itu bersiap-siap untuk pergi. Setibanya di lantai bawah, dia disambut oleh tatapan ayahnya yang penuh selidik. “mau ke mana kamu?” tanya Damar. “Ke restoran buat ketemu Dasha.” Sahut Abian. Langkahnya terhenti. “Bohong.” “Papa bisa liat chat nya dia.” Abian mendekati sang ayah, lalu memberikan ponselnya. Damar menerima. Kedua mata yang memakai kacamata itu menatap layar ponselnya dengan penuh kecermatan. Ternyata benar perkataan anaknya. Ralat, anak angkatnya. Sampai sekarang Damar masih tidak rela untuk menganggap laki-laki itu sebagai anaknya. “Baik lah. Kamu boleh

