Hari ini Kila terus dibully dengan alasan yang jelas-jelas fitnah dari seseorang yang belum Kila ketahui. Bahkan teman-teman sekelasnya pun kompak menjauhi dan tidak ingin dekat-dekat dengannya termasuk Dania. Dasha. Cewek itu membuat Kila sedikit membaik. Sudah dua hari sahabatnya tidak masuk. Kila tidak tahu penyebabnya. Oleh karena itu dia akan menanyakannya sekarang. “Sha, apa kabar?” sapanya ramah. Dasha tidak bergeming. Ia justru menggeser bangku dan menciptakan jarak di antara mereka. Terkejut? Tentu. Hari ini Kila melihat Dasha berbeda dari biasanya. “Lo kenapa gak masuk dua hari, Sha? Gue coba telefon lo berkali-kali, tapi malah nggak diangkat. Lo sesibuk itu ya?” cecar Kila. Dasha tetap diam seolah tidak menyadari kehadiran Kila. “Sha, lo kenapa?” Lagi-lagi tidak

