Abian bangun. Ia menatap Yuni dengan penuh harap. "Iya. Nama saya Abian, Tante." Naufal melirik sinis, tidak suka jika Abian menyebut bahwa dia temannya. Yuni takjub. Cowok di depannya benar-benar sopan sekali. "Silahkan duduk. Kamu mau minum apa?" ujar Yuni tak kalah ramah. "Gak perlu, Tan. Kedatangan saya ke sini buat kasih tau Naufal kalau pacarnya sakit." Naufal melotot tidak terima. Apa-apaan ini? Ia dan Kila kan, sudah putus. Ya, meski dia belum mengatakan 'putus' pada cewek tersebut. "Lusi sakit?" Yuni tergemap. "Fal, kamu kok tidak jenguk dia?" tanyanya pada sang putra. "Bukan Lusi, Tan. Tapi Kila." Naufal tersenyum miring. Ia mau tahu, bagaimana reaksi ibunya mendengar nama Gadis yang ia benci. Yuni mengepalkan tangan. Sekarang, ia tahu alasan mengapa Naufal terliha

