"Anggap saja ini adalah penebusan rasa bersalahku karena tidak bisa menolongmu tadi," batin Alex saat mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan rumah sakit. Ayah dan ibu duduk di depan dengan Dadu yang menyetir, sedangkan Alex, serta Aurora memilih duduk di belakang. Namun, ada kejanggalan di antara pasangan suami-istri itu. Bagaimana tidak, sikap Alex yang tiba-tiba berubah lebih baik, bahkan senyum kecil terulas di sana. Tentu itu sangatlah langka dan jarang terjadi. "Mas, nanti kita bobonya bareng, yah?" Wajah istrinya yang berada tepat di atas pangkuan mampu membuat Alex menatapnya. "Tapi, kalau Mas gak keberatan, sih," lanjutnya dengan cengiran polosnya. "Boleh, Nak. Lagian kalian memang seharusnya berada dalam satu kamar. Masa suami-istri tidurnya pisah, kan gak etis." Tyas m

