Bab 20. Sihir

1003 Kata

"Aku juga gak tau, Pah. Aku baru aja bangun, tau-tau pelayan berteriak dan saat kami temui Ara sudah merintih kesakitan di lantai," jelas Dadu dengan wajah panik. "Lalu, di mana bocah tengil itu? Kenapa dia tidak di sini? Apa sifatnya yang keras itu belum juga sadar jika istrinya dalam keadaan bahaya?" Prabu menggelengkan kepala saat tak mendapati Alex di samping Dadu. "Dia–" "Aku di sini, Kek." Alex yang datang bersama dengan Tyas segera menyahut. Pria yang duduk di kursi roda itu menatap Dadu dan Prabu yang kini tengah melihatnya. "Kamu apakan Ara?" tanya Prabu langsung. Alex menarik napas dalam-dalam lalu diembuskan lewat mulut. Kedua tangannya kini tengah saling menggegam di atas pangkuan. Matanya menatap kakek tua itu dengan sorot mata bersalah. "Aku tidak melakukan apa pun pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN