Malam harinya, Alex terbangun dengan bahu sisi sebelah kanan terasa berat, ternyata ada kepala sang istri yang bersandar nyaman di sana. Dia ingin bergerak, tetapi ruang geraknya terbatas. Helaan napas pun terembus dari mulutnya. Matanya menatap langit-langit kamar yang berhiaskan cahaya bintang dari sorot lampu hias. Dalam suasana yang sedikit temaram, kepala Alex menoleh ke arah samping. Matanya menyorot datar saat mendapati seseorang yang tengah tertidur lelap itu. "Ternyata sudah malam." Alex bergumam sambil melihat ke arah jendela kamar yang memperlihatkan suasana terang dari sinar lampu, sedangkan langit sudah mulai berubah gelap. "Ah, s**t! Kenapa harus sekarang, sih?" Alex menggigit bibir bagian bawahnya saat merasa kantung kemihnya penuh dan dia harus segera membuangnya jika

