pencarian

533 Kata
“kami menemukannya dalam keadaan dia yang telah terjatuh dari balkon hotel lantai 5” Dek, seketika dunia erlangga runtuh tubuhnya lunglai di pangkuan sahabatnya abimana. “Tidak mungkin” “tidak mungkin” Lirih terdengan rintihan erlangga yang putus asa. “ sabar dulu ga. Kita lihat dulu itu apa beneran vielonica atau bukan.” Kata abimana menenangkan “tudak bi, aku tidak akan pernah sanggup melihatnya” “tapi kamu harus melihatnya, untuk memastikanya.kamu masih memiliki harapan ga, berprasangga baiklah” kata abimana menenangkan. “ mari tuan, kita turun kebawah untuk memastikan jasad itu” pinta anak buah abimana dengan sopan. Tubuh erlangga di papah oleh abimana dan anak buahnya, menuruni anak tangga menuju tempat kejadian, sesampainya disan tempat itu sudah dipenuhi oleh kerumunan orang-orang yang melihat jasad wanita yang terjatuh dari balkon kantai lima tersebut. Perlahan dengan tubuh bergetar erlangga mendengati jasat tersebut yang dititipi sebuah kain. Air mata erlangga sudah tidak bisa dibendung lagi, dia menangis sejadi-jadinya di depan sasad itu, kala melihat rambut hitam bergelambang itu sama persis dengan rambut milik vielonica, yang tidak tertutup oleh kain. “kau tega viel,. Kau tega meninggalkan aku. Aku tidak akan sanggup menjalani hidup tampa kamu vielo, aku mencintaimu sangat mencintaimu.” Gumam erlangga di sela tangisannya. Dengsn hati- hati tanga erlangga terulur untuk membuka kain yang menutupi jasad seorang perempuan itu. Jasad itu tidak begitu jelas hanya wajahnya yang terlihat berlumuran darah memenuhi jawahnya. “ vielonica, tidaaaakkk…!!!” Abimana sangat iba pada sahabatnya itu, dia tidak percaya apa yang sudah terjadi pada erlangga, seorang CEO yang memiliki kuasa dan memiliki banyak anak perusahaan yang berkembang pesat, banyak di segani rekan bisnisnya dan di takuti lawan bisnisnya. Menangis tersedusedu karena untuk seorang wanita bernama vielonica. Abimana mendekat iduk terduduk dan merangkul bahu erlangga. “sabar ya, erlangga. Mungki ini sudah takdir dari sang maha kuasa, kau harus bisa menerimanya” “ apa yang harus aku lakukan bi, tidak semudah itu aku bisa mengiklaskannya. Akua tidak bisa bi.” Masih dengan tangis yang memilukan. “kamu pasti bisa, aku sangat mengenal betapa kuat dan tangguhnya dirimu” abimana memberikan semangat dan dukungannya. “ apa yang harus aku katakana kepada orang tuanya, hiks.. hiks.. hiks.., aku meminta ijin untuk membawanya dan berjanji untuk menjaganya sampai dia kembali, hiks..hiks.. aku sudah gagal bi, aku gagal menjaganya. Aku tidak pantas dicintainya” erlangga berbica dengan tangisnya yang kian menjad, dia sudah tidak peduli lagi dengan kerumunan orang yang menyaksikannya, bahkan diantar kerumunan itu ada sebagian orang dari rekan bisnisnya. Saat abimana memperhatikan jasad itu dengan seksama, abi pun baru menyadari keanihan dari jasad perempuan yang di anggap jasad vielonica. “tunggu dulu, baju yang di kenakan vielonica itu dress selutut sedangkan yang ini dress panjang sampai menutupi mata kakinya?” Tanya abimana untuk meyakinkan erlangga. Erlangga menatap jasad itu dan menyadari pakaian yang  kenakannya itu tidak sama dengan pakaian vielonica. Dia memakai dress selutut dan memakai lalung mutiara dan juga memakai anting-anting sedang kan jasad wanita itu tidak memakai anting anting. Erlangga melihat jasad itu dengan jeli ternyata tidak ada kesamaan sama sekali. Hanya rambut hitam bergelombangnya saja yang mirip. Akhirnya erlangga bernafas dengan lega, menarik nafas sedalam-dalamnya “semoga vielonica dalam keadaan baik-baik saja”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN