Alunan instrument musik jazz menggema di setian ruangan mewah yang di d******i oleh warna gold. tamu yang datang juga tak kalah mewah degan segala sesuatu yang melekat di tubuhnya yang mernilai jutaan bahkan melyaran. Seorang laki-laki tampan sedang berbincang dengan rekan bisnisnya tangannya memegang segelas wine. Dia tak henti-hentinya memperlihatkan senyum indahnya, memamerkan deretan gigi putihnya. Dia adalah Roy Mahendra salah satu pria muda yang kesuksesan dan kekayaannya hampir menyaingi Erlangga Ravendra. meski dia tak pernah dapat mengalahkan Erlangga Ravendra namun jauh di lubuk hatinya dia memiliki ambisi untuk mengalahkan Erlangga Ravendra dan memiliki apapun yang ravendra miliki. Sungguh cita-cita yang sangat mulia jika kebaikan yang dimiliki erlangga memotifasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maju. Namun jika itu semata-mata karena rasa iri alangkah meruginya dia.
Saat dia tengah menikmati wine yang ada di dalam genggamannya. Indra menglihatannya menangkap seorang yang sangat dia kenal. Seketika senyuman indahnya terhenti, dan wajah tampannya berubah menjadi suram. Apalagi saat dia melihat orang yang baru memasuki pesta itu terlihat sangat berbahagia, menjadikan hati roy dua kali lipat merasakan kebencian luar biasa melihat raut bahagia itu.
“rupanya kamu sedang bahagia” guman roy yang tidak pernah suka melihat erlangga bahagia. Roy terus memperhatikan intraksi erlangga dan orang-orang yang menyapanya. Roy dapat melihat dengan jelas perlakuaan erlangga terhadap wanita yang datang bersamanya. Erlangga terus menggenggam tangan vielonica dan tak pelepaskanya sedetikpun, solah-olah gadis itu akan menghilang jika dia melepaskannya.
“sepertinya kamu sedang jatuh cinta ya?” Guman roy dalam hati. “Kalau aku bermain-main sedikit dengan gadis mu apa kamu masih akan terlihat bahagia seperti saat sekarang? Jika tidak salah kamu terlihat sangat mencintainya” gumannya lagi. Dia mulai merencanakan sesuatu pada gadis milik erlangga, saat ini dia hanya sedang menunggu adanya peluang, saat erlangga sedang lengah menjaga gadisnya barulah roy akan bereaksi dengan muslihatnya.
Rupanya apa yang di harapkan roy pun terjadi . erlangga membebaskan gadisnya sendirian dii pesta yang tak seorang pun ia ada yang di kenalnya. gadis itu berkeliaran sendirian di pesta itu. Saat vielonica sedang jalan-jalan sendirian tiba-tiba ada sebuah tangan misterius yang menyeretnya dan menguncinya di sebuah ruangan gelap.
#####
sementara erlangga masihterus meladeni orang-orang yang datang menyapa atau datang untuk membicarakan sebuah bisnis. Orang yang menyapa erlangga terus berdatangan silih berganti seakan tiada henti. Sedang Abimana, si empunya yang punya pesta terlihat begitu santai dengan beberapa orang yang ada di sekitarnya.
“kenapa orang-orang ini lebih banyak yang mendatangi ku dari pada Abimana? Sebenarnya siapa sih yang punya pesta, aku apa dia sih?” Tanya erlangga pada dirinya sendiri. Erlangga jadi kesal sendiri pada orang-orang yang mendekatinya hanya karena pada saat ini dia sedang ada di puncak ketinggian. Membuat erlangga muak dengan orang-orang yang terlihat baik di depan damin ingin menusuk dari belakang.
“kemana kucing kecil itu ya?” gunan erlangga bertanya pada diri sendiri saat dia tidak melihat vielonica di tempatnya seperti beberapa saat lalu. “tadi aku masih melihat dia duduk di sana, lalu sekarang dia pergi kemana?” gumannya bingung. Itu semua karena erlangga sibuk meladeni orang-orang yang membuat dirinya kesel hingga menjadikan dia lengah mengawasi kekasihnya. Beberapa menit saja sudah menjadikan dia kehilangan vielonica.
Erlangga mulai mencari-cari keberadaan kekasihnya, dan dia jadi panik ketika dia tidak kunjung menemukan keberadaannya, bahkan sekarang handphone sang kekasih tidak dapat dihubungi.
“angga, apa yang terjadi sama kamu?, kenapa kamu terlihat panik begini?” sapa abimana hawatir melihat erlangga yang terlihat sedang panik.
“apa kamu melihat gadis yang tadang bersamaku tadi?” tanga erlangga pada Abimana
“aku tidak melihatnya. Memangnya dia pergi kamana?” Tanya abi
“memang aku akan pertanya padamu kalau aku sudah tau dia pergi kemana” jawab erlangga ketus.
“memangnya dia siapa sih,? kok baru kali ini aku lihat kamu segusar ini kara seorang cewek, apa dia pacar kamu? “ Tanya abi lagi.
“ aku tadang kesini dengan menggandeng tangannya dan kau masih Tanya dia siapa, apa kamu ini bodoh’ jawab erlangga kesal. “sekarang kamu harus membantuku mencarinnya” pinta erlangga pada abi.
“ kalau begitu telephone dia dong, apa jangan-jangan dia itu tidak punya telphon. Emangnya dia tinggal di jaman apa sih? Jawab abi tak kalah ketus.
“handphone dia tidak aktif bodoh” lagi-lagi erlangga berteriak.
“oh, ya sudah kalau begitu kamu tenang aja dulu. Aku akan meminta staf untuk mencarinya”
“ cepetan lakukan sekarang juga” teriak erlangga yang mulai tidak sabaran.
“ ya iya.. sabar dong, ini masih proses” jawab abi agkr terbata karena mendapat bentakan bertubu-tubi dari erlangga. Segera abi merogoh ponsel nya dan menghubungi seseorang .
30 menet berlalu tapi belom ada laporan dari staf yang di perintahkan abimana untuk mencari vielonica. Membuat erlangga jadi tidak sabar. “vielo, sebenarnya kamu dinama sih. Please jangan buat aku panic begini dong.” Guman erlangga sambil mengetuk ngetukan kakainya tidak sabar.
“angga, duduk dong. Aku jadi pusing melihat kamu mondar mandir aja dari tadi kayak sentrikaan” pnta abimana.
“apa kamu bilang duduk. Kekasihku entah ada dimana dan kamu menyuruhku untuk duduk diam saja. kalau dia terluka bagaimana? Kalau terjadi sesuatu kepadanya bagaimana? Kalau dia di culik bagaimana? Kalau aku tidak bisa melihatnya lagi bagaimana? Kalau dia tidak ada.. …hiks hiks hiks” erlangga tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya. Tenggorokannya seakan tercekat dan dia tidak sanggup dengan beberapa kemungkinan yang akan terjadi pada gadis pujaan hatinya itu. Menyaksikan itu membuat abi jadi iba pada sahabatnya itu. Karena dia sangat menenal erlangga dan dia tidak akan mudah meratapi sesuatu jika tidak sesuatu itu sangat berarti bagi dirinya. Dia sekarang sangat yakin bahwa gadis itu sangat erlangga cintai.
Tiba-tiba ponsel abi berdering, dan buru-buru roy mengangkatnya kerena dia yakin aka nada laporan tentang gadis kekasih sahabatnya itu. Erlangga yang faham itu tarpon dari orang suruhan roymeninta roy supaya mengaktifkan speaker agar dia dapat mendengar langsung laporan itu.
“hallo, tuan!”
“iya, apa kau menemukan gadis itu”
“begini tuan. . i…itu, saya menemukan seorang yang warna pakaiannya sama seperti yang tuan beritahukan dan ciri-ciri lainnya seperti rambut, warna kulit dan postur tubuh sepertinya cocok tuan”
Erlangga merasa sangat lega mendengar laporan orang suruhan abi itu, dengan tidak sabar dia cepat bertanya
“sekarang dia ada dimana?”
“kami menemukannya dalam keadaan dia yang telah terjatuh dari balkon hotel lantai 5”
Dek, seketika dunia erlangga runtuh tubuhnya lunglai di pangkuan sahabatnya abi.
“Tidak mungkin”
“tidak mungkin”
Lirih terdengan rintihan erlangga yang putus asa.