Kejadian Di Dalam MALL 2

677 Kata
" sayang, Ini hanya sebuah gaun. Nanti aku belikan berapapun gaun yang kamu. Mengalahlah, berikan gaun itu padanya." Tiba-tiba Vielonica tidak bisa berdiri tegap. Lututnya gemetar hebat dan akhirnya dia ambruk bersama buliran kristal yang keluar dari kedua matanya Tampa bisa di bendung  Kata sayang itu berputar- putar di kepalanya membuatnya semakin pening. "Sayang" "Sayang" "Sayang" Bagai di hantam benda tumpul hati Vielonica tidak hanya retak tapi juga hancur berkeping-keping. Seberapapun dia menyangkal kenyataan tapi tetap saja itu adalah kebenarannya.  " Tidak!, Ini yg tidak benarkan? Ini bohong kan?" Isak Vielonica di sela-sela tangisannya, dia masih berharap apa yang di lihatnya itu bukan hal yang benar. Dia duduk bersimpuh di lantai mall, masih dengan buliran bening yang terus membasahi kedua pipinya, Vielonica di paksa menyaksikan adegan kekasihnya yang memeluk wanita lain bahkan membujuk dengan kasihsayang. Terlihat jelas dari caranya membujuk wanita itu bahwa ada cinta yang begitu dalam disana. Rania dan Ruri yang juga menyaksikan kejadian itu sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Vielonica. Segera kedua sahabatnya itu menghampiri Vielonica dan memeluknya. Seolah menyalurkan kekuatan pada Vielonica yang sedang rapuh karena merasa terhianati.  Hingga pria tersebut menyadari sosok yang tengah bersimpuh dengan linangan air mata itu adalah kekasihnya, wanita yang sangat ia rindukan.  hingga kembalinya ke negara itu dia rahasiakan hanya ingin memberi kesan manis dengan memberinya sedikit kejutan. Tapi pertemuannya yang tak terduga membuatnya salah faham dan menghancurkan rencana yang tersusun. Pria itu mengerti, kekasihnya telah salah fahan. Dia ingin mencoba menjelaskannya. Ketiga dia mendekat. Tiba-tiba Vielonica menghentikannya. "Stop! Tidak. jangan mendekat Erlangga Ravendra, Jangan mendekat, hik hik hik. Aku tidak mau, hik hik hik… kamu jahat, hik hik hik" "Vie, tunggu! Aku bisa jelaskan Vie" Erlangga mencoba menghentikan Vielonica yang hendak menjauh darinya.mencoba menjelaskan situasi yang menjadikannya salah faham. namun, Vielonica sudah terlanjur melihat adegan itu hingga penjelasan apapun tidak mudah membuatnya percaya. Apa lagi akhir-akhir ini Erlangga tidak menghubunginya, seperti sengaja menghindarinya, Erlangga juga tidak meneripa panggilan masuk dari kesasihnya dan juga sengaja tidak membalas pesan-pesan rindu dari sang kekasih demi untuk rencana kejutannya bahkan diapun tidak mengabari kepulangannya ke negara asalnya hanya untuk memuluskan rencananya. Hingga sebuah kejutan di sebuah mall hari membuatnya frustasi. " Vie, tunggu, aku mohon dengarkan penjelanku" "Tidak ada yang perlu dijelaskan. Hik hik hik" masih dengan tangisanya Vielonica berlari ingin segera keluar dari mall yang membuatnya jadi sesak nafas.  "Tunggu honny, itu tidak seperti yang kamu lihat" seru Erlangga, mencoba mengejar kekasihnya dan meraih tangan yang selalu membuatnya rindu untuk menggenggamnya. Di dalam menggapan Erlangga Vielonica terus meronta minta di jelaskan.  " Aku tidak mau, lepaskan aku Erlangga. Aku membenci mu, sangat membenci" teriak Vielonica yang sudah seperti orang kesetanan. Dia beberapa kali menampar wajah Erlangga hingga pipinya memerah. " Sweetheart, tolang dengarkan aku, aku mencintaimu sweetheart." Mencoba memanggil panggilan sayang lainnya berharap hatinya akan luluh. Vielonica bertambah jijik dengan panggilan  itu yang telah dia bagi kepada wanita lain " Hintikan Lang, jangan pernah penggil aku dengan panggilan menjijikan itu". Teriak Vielonica. Membuat Erlangga merasakan sakit yang teramat sangat mengetahui gadis yang dicintainya ak menginginkan nya. Erlangga memcaba menarik Vielonica masuk kedalam pelukannya namun Vielonica tetap memberontak memukul-mukul apapun yang dapat dia jangkau dari tubuh Erlanggal. Melampiaskan  seluruh rasa sakit karena penghianatan Erlangga. Hingga sebuah tangan menarik Vielonica dan menghempaskan ya. Sedari tadi dia melihat kakak yang dia sayangi menerima pukulan yang bertubi-tubi jadi tidak tega. Walau pukulan itu tidak berarti apa-apa pada Erlanggal namun jika di lakukan terus menerus akan melukainya juga, terbukti sudut bibir Erlangga sudah mengeluarkan darah " Beraninya kau memukul kakaku hingga seperti ini, tidak taukah kamu selama ini dia mencintai mu. Kau sungguh tidak pantas di cintai kakak ku yang sangat baik" teriak wanita itu dengan amarah sampai ke ubun-ubun. Tatapannya berkobar seakan-akan ingin membakar tubuh Vielonica yang membatu. Sejenak Vielonica mencerna kata demi kata yang di ucapkan gadis itu, saat dia menyadari kesalah fahaman yang di coba jelaskan Erlanggal, dia sangat terkejut hingga membuatnya ambruk bersimpuh dilantai untuk yang kedua kalinya. Dengan suara lirih dia berkata. "Maaf, maaf, maaf." Kata itulah yg terus dia ulang ulang oleh Vielonica. "Maaf" "Maaf" "Maaf"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN