Hari ini setelah pulang kuliah. Keempat sahabat yang tak terpisahkan sedang pergi jalan- jalan. Mobil mewah milik Arka melesat membelah jalanan menuju sebuah mall ternama di Jakarta.
Sepertinya ketiga gadis itu akan membuat sahabat prianya bangkrut.
Di sepanjang perjalanan menuju mall ternama di jakarta. Hanya Rania yang terus berbicara tanpa ada jeda sedikitpun dan Arka hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman. Arka jadi heran pada temannya yang satu itu karena mulutnya tak kunjung berhenti bicara. Sementara Ruri dan Vielonica yang duduk di belakan hanya diam. Terlihat Ruri sedang menimpekan sebuah headset ketelinganya dan memejamkan mata. Sedangkan Vielonica terlihat sedang melamun dengan sesekali matanya melihat kearah luar. Arka yang sadari tadi menangkap gelagat sahabatnya melalui kaca spion menyadari ada sesuatu dengan sahabatnya tersebut.
"Vielo, kamu melamun" tanya arka, membuat Rania menuleh ke kursi belakang, "apa kamu merindukan dia?" tanya Rania pada Vielo "begitulah" jawab Vielo berkaca-kaca
"Emanya kapan dia akan kembali" tanya arka memastikan.
"Gak tau, dia tidak pernah mengatakan kapan tepatnya akan kembali"
" Sabar ya Vielo, aku yakin kok, dia juga tidak menginginkan berjauhan dari kamu. Itu semua karena tuntutannya sebagai pemimpin perusahan besar, dia bertanggung jawab pada ribuan karyawan yang bergantung padanya" ucap Arka menenangkan Vielo. Dari penjelasan arka, Vielonica bisa sedikit tenang walau jauh di lubuk hatinya ruang hampa itu tetap ada.
Tak terasa mobil Arka sudah memasuki area mall yang cukup padat. Berputar mencari tempat untuk memarkir kan mobilnya. Ini sudah yang kesekian kalinya mereka berempat singgah di mall ternama yang menawarkan berbagai kemiwan. ketiga gadis itu Tampa sangat antusias. Karena nanti malam mereka akan menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya waktu SMA. mereka mau mencari gaun yang pantas untuk di kenakan ke pesta malam nanti. Masing- masing mereka sibuk memilih ini itu yang di sukainya. Sedangkan Arka hanya duduk manis menunggu ketiga bidadari puas keliling mall. Mungkin kalau kaki mereka sudah bengkak baru akan berhenti.
Saat mereka sibuk memilih sebuah aksesoris Vielonica melihat sebuah gaun yang terpajang dengan indahnya. Gaun berwarna broken white terpajang di barisan terdepan dari gaun lainnya.
"Ehh itu, kalian lihat gaun yang berwarna broken white" Vielo meminta pendapat temannya sambil telunjuknya mengarah kesubuah Garut yang sangat indah.
" Kamu suka gaunnya. Kalau gitu kita ambil yuk" ucap Ruri sambil berjalan kearah gaun itu di pajang yang di ikuti oleh Vielo dan Rania.
Dengan segera Vielo mengambil gaun tersebut, dan bersamaan dengan itu ada tangan lain yang ikut menarik gaun Yang di inginkannya.
" Aku yang melihatnya gaun ini lebih dulu, jadi ini milikku" seru gadis cantik yang sepertinya masih seusia Vielo, namun menampilnya agak menantang.
" Tapi aku yang sampai disini lebih dulu" ucap Vielo pada gadis tersebut
"Gadis cupu kau cari gaun yang lain saja. Gaun ini tidak cocok buat gadis cipu" ucap gadis cantik tersebut
"Kau saja yang cari gaun lain " ketus Vielo pada gadis cantik itu.
Hingga terjadi tarik menarik memperebutkan gaun tersebut. Pada saat itu seorang laki-laki datang memeluk gadis cantik itu untuk menenangkannya.
" Sayang, sayang, Ini hanya sebuah gaun. Nanti aku belikan berapapun gaun yang kamu. Mengalahlah, berikan gaun itu padanya."
Tiba-tiba Vielonica tidak bisa berdiri tegap. Lututnya gemetar hebat dan akhirnya dia ambruk bersama buliran kristal yang keluar dari kedua matanya Tampa bisa di bendung
Kata sayang itu berputar- putar di kepalanya membuatnya semakin pening.
"Sayang"
"Sayang"
"Sayang"