Vielonica hendak keluar dari perpustakaan, dia masih berada di tengah-tengah pintu keluar. Saat langkahnya terhenti ketika melihat teman dekatnya Arka menghampiri.
"Vielo, lo tidak kenapa- kenapa kan? Siapa orang yg berdebat dengan lo barusan?, kedengarannya lo sangat kesal?" Tanya Arka hawatir.
"Bukan siapa-siapa kok Arka, hanya orang yang tidak penting" ketus Vielo seraya melirik kearah Moreno, dia sengaja sedikit meninggikan suara biar si playboy k*****t itu mendengar apa yang dikatakannya.
"Bagaimana tugasnya apa sudah selesa?" Arka meraih buku dari tangan vielo dan memeriksanya satu persatu soal yang sudah selesai dikerjakan.
"Ke kelas yuk, bentar lagi jam kuliah kita akan dimulai" Ajak Arka untuk masuk ke kelas. Vielo mengangguk, lalu berjalan mengikuti sahabatnya dari belakang. Selama perjalanan menuju kelas tak sepatah katapun terucap dari keduanya, hanya keheningan hingga mereka sampai di dalam kelas kemudian duduk di tempat biasa mereka duduki.
Beberapa menit kemudian dosenpun datang, dosen yang di takuti oleh semua mahasiswa itu memiliki karismanya tersendiri. Semua siswa terlihat serius menyimak penjelasan dosen yang sangat tegas dan tak menerima kesalahan apapun. Pelajaran berlangsung selama hampir 1 jam hingga akhirnya sang dosen menyudahi penjelasannya dan meminta siswa mengumpulkan tugas yang Minggu depan. Hingga semua murid mengumpulkan tugasnya mengikuti intrupsi dosen yang bernama pak doddy. Hanya Moreno yang tidak mengumpulkan tugas itu.
"Reno, mana tugas kamu? Kenapa kamu tidak mengumpulkan tugas, apa kamu tidak mengerjakan tugas lagi?. Aku sudah muak dengan mahasiswa taktau aturan seperti kamu. Ini yang terakhir kamu jangan harap bisa lulus mata kuliah saya." Pak doddy berteriak memperlihatkan wajah bringasnya, menahan emosi yang meluap karena Moreno terlalu menganggap enteng semua dosen.
Akhirnya Moreno angkat bisaca, memohon kepada sang dosen untuk memberinya kesempatan. Bukan karena Moreno sudah berubah, tapi karena Moreno takut membayangkan amukan kedua orang tuanya jika sampai dia harus mengulang semester lagi.
" Saya janji pak akan berubah. Tolang beri saya kesempatan untuk memperbaiki nilai-nilai saya" janji Moreno
"Apa janji mu bisa kamu tepati Moreno?" ragu-ragu pak doddy bertanya.
"Saya janji dalam sebulan akan memperbaiki nilai-nilai saya. Jika dalam sebulan saya tidak mampu memperbaiki nilai-nilai saya, saya siap menerima sangsi apapun" tegas Moreno menyakinkan pak doddy yang terlihat tidak percaya.
Dan akhirnya pak doddy menyetujui dengan kesepakatan dalam waktu satu bulan Moreno harus menyelesaikan empat makalah. Di setiap minggunya Moreno harus menyelesaikan satu materi makalah yang di siapkan pak doddy. Kerena tak punya pilihan lain. Moreno terpaksa menyetujuinya walaupun terasa berat.
Akhirnya kelas pak doddy pun berakhir. Semua saswa terlihat sibuk merapikan buku-buku dan alat tulis ke dalam tas ransel mereka. Begitu juga dengan Vielonica dia segera merapikan semua peralatannya.
Arka menghampirinya untuk keluar bersama menuju kantin tempat favorit nya ketika jam istirahat. Selebum Vielonica dan Arka keluar dari kelas. Terdengar suara Cassanova cap buaya darat memanggil.
" Vielo, bisa aku bicara berdua sama kamu?"pinta moreno memohon. "Tidak boleh" pungkas Arka menjawab dengansingkay
"Gue mau bicara sama Vielonica, kenapa Lo yang menjawab. Emangnya siapa Lo?" Kata Moreno yang kesal pada Arka yang sok posesif pada Vielonica.
" oke, Lo mau bicara sama Vielo kan? Kalau begitu bicara saja sekarang. Kami bersahabat, tidak ada rahasia antara kami. Apapun yang akan lo katakan pada akhirnya aku juga akan mengetahuinya" ucapan Arka dengan sinis.
Karena bagaimanapun Arka sangat tahu kalau Moreno sering memanfaatkan kepolosan sahabatnya, dijadikan alat untuk mengerjakan tugasnya sejak mereka masih di bangku menengah. Mereka memang sudah saling mengenal sejak mereka masih memakai seragam putih abu-abu.
"Hei, arka. Kamu itu hanya sahabatnya, jadi berhenti sok menjadi pacar yang posesif" balas Moreno tak kalah sinis.
"Kalau tidak mau bicara ya sudah, kami lapar mau makan. Tidak ada waktu buat ladeni playboy cap tikus kayak Lo" usai berucap kalimat sarkastik itu Arka langsung menggandeng tangan Vielo untuk menuju kantin. Malas buang-buang waktu meladeni sang buaya darat.
Moreno memandang punggung sepasang sahabat itu dengan amarah yang membuncah naik sampai ke ubun-ubun. Dia hanya ingin bicara baik-baik, meminta bantuan untuk menyelesaikan tugasnya yang terasa berat. Tapi respun yang di dapatkan sungguh diluar dugaannya.
Arka dan Vielonica berjalan beriringan di selingi candaan ringan. Senyum selalu tersungging diantara keduanya, bagai sepasang kekasih yang tengah bahagia, sesekali Vielo bergelayut manja pada salah satu lengan Arka. Membuat para cewek yang menyaksikannya merasa iri. Mengapa Vielonica yang tak menarik sama sekali dan tidak memiliki kelebihan apa-apa selain otak cerdasnya bisa mendapatkan perlakuan istimewa dari Arka. Bahkan walaupun seharian penuh akan menempel pada Arka, Arka tidak akan keberatan sama sekali.
Arka yang tampan berpostur tubuh tinggi tegap, membuatnya menjadi salah satu idola di kampus. Berbeda dengan pesona moreno yang dimana-mana akan ada cewek yang dibiarkanya menimpel. entah 1, 2, 3, berapapun cewek yang mendekatinya tidak akan dia tolak. sedangkan Arka tidak mudah didekati, Arka sangat dingin kepada lawan jenis, apalagi yang sengaja mendekatinya, arka sangat membenci itu. Hanya ada tiga perempuan yang pendapat perlakuan spesial dari Arka, Vielonica, Ruri, dan Rania. Ketiga perempuan yang menjadi sebahat arka sejak masih kelas 1 SMA. Mereka tak sengaja bertemu saat awal-awal masuk SMA, saat mereka sama-sama mengikuti mos. Sejak saat itulah mereka bersahabat sampai saat ini. Bahkan di SMA mereka belajar di kelas yang sama, walau sekarang ketika di bangku kuliah kedua sahabat perempuan Vielo itu memutuskan masuk kelas yang berbeda dan tentunya jurusan yang berbeda pula. Tapi entah takdir yang bagaimana, mengapa Vielo harus bertemu lagi sama si Moreno sang Playboy cap buaya darat itu. Yang mendekati Vielo dan sok akrab bukan tulus sepertinya Arka. Tapi karena ada maksud terselubung, hanya untuk dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Sungguh apes sekali bagi Vielonica, harus bertemu Moreno kembali di kampus bahkan satu kelas lagi seperti di SMA. Padahal Vielonica sudah sangat yakin dia akan fokus pada pendidikan nya Tampa adanya gangguan dari cowok-cowok di masa SMA nya yang mengganggu seperti parasit. Dan Vielonica benar-benar sudah berhasil menyingkirkan parasit yang bernama cowok-cowok resek itu. Namun tidak bagi Moreno bahkan cowok playboy itu masih mengikutinya bahkan mengganggunya seperti roh jahat.
Vielonica dan Arka masih bergandengan tangan menuju tempat dimana dia dan kedua sahabatnya Rania dan Ruri yang berbeda kelas itu janjian. Seperti biasa mereka janjian di kantik untuk makan bersama. Bahkan walaupun salah satu dari mereka tidak berniat untuk menyantap makanan, mereka akan tetap bertemu disana yang sudah menjadi kebiasaan mereka untuk ngompul setelah jam istirahat