Chapter 45

1091 Kata

Yang sudah tiada cukupkan menjadi kenangan. Jangan dihidupkan lagi dalam perjalanan hidup. *** Kayonna menggigil kedinginan. Pada tangannya muncul bintik-bintik kecil reaksi kulit akan dingin yang teramat sangat. Kayonna mengusap kedua tangannya dengan kasar, berharap hangat, dan dingin hilang. Pandangannya di edarkan ke sekeliling yang kosong hanya ada satu bangunan kecil. Gudang. Ia berada di luar. Langit sudah menggelap, hanya menyisakan warna oranye di bagian barat. Semburat kecil. Sebentar lagi malam menguasai. Kayonna memutuskan masuk ke dalam gudang. Baru selangkah, jemari tangannya disusupi jari-jari yang lebih kecil. Kayonna menoleh dan dilihatnya Emil yang menatap lurus ke arah gudang. Tatapan dan ekspresinya kosong. Tubuhnya kaku berdiri, enggan beranjak. "Kenapa Emil?" tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN