Jangan bergerak sendiri. Ini terlalu bahaya. Tunggu, aku akan membantumu. *** Kayonna ingin sekali menangis. Haru akan kesigapan Saga. Kayonna tidak tahu bagaimana Saga bisa punya inisiatif mencarinya ke rumah Dokter Ilham, secara ia tak berpamitan. Dalam hati ia bersyukur. "Dia akan datang?" tanya Cintia antusias. Pisaunya sudah tidak terarah ke Kayonna. Cintia turun dari tempat tidur. Ia mondar-mandir gelisah. Tangannya masih erta memegang pisau. "Saya harus bagaimana? Joshua tidak boleh melihat saya begini?" Cintia melihat dirinya sendiri yang berantakan. Tangannya yang memegang pisau, penuh dengan darah Kayonna. Cintia sudah tidak punya batas sadar dan kemampuannya bersikap normal sudah sangat tipis atau bahkan tidak ada. Wanita itu justru merapikan rambutnya dengan jari-jemari

