REVAN Aku tersentak karena bunyi nyaring dan mataku terbuka saat itu juga. Suara apa itu? Aku melihat ke sumber suara dan di sana Demi berdiri. Tampak terkejut dengan air mata mengalir. “Demi,” panggilku lirih. Saat aku mengangkat tubuhku dari tempat tidur, barulah kusadari tubuhku polos tanpa sehelai benang pun. Aku berusaha keras menggali memoriku untuk mengingat apa yang terjadi semalam, tapi hasilnya nihil. Ingatanku kabur dan yang ada hanyalah sakit kepala luar biasa hebat, membuatku meringis sakit. Saat kurasakan pergerakan di sebelahku, aku pun menoleh. “Apa yang—” seruku terkejut saat melihat Disha yang juga bertubuh polos saat ini. Ia duduk di sebelahku sambil menatap dengan tatapan penuh penyesalannya. Apa yang terjadi? Kenapa aku dan Disha berada di tempat tidur yang sama

