REVAN “Re,” suara yang kurindukan itu terdengar memanggilku sejak tadi. Suara yang perlahan membangunkanku dari tidur. Memanggilku dari alam bawah sadar. Jam berapa sekarang? Siapa yang terus memanggilku? Perlahan, aku membuka kedua mataku yang terasa sangat berat. Saat aku membuka mata, samar aku melihat bayangan seseorang di hadapanku. Demi? “Bangun!” suaranya perlahan semakin jelas. “Demi?” panggilku dengan suara serak. “Papa, bangun!” Papa? “Papa, bangun!” Saat aku sepenuhnya terbangun, barulah kusadari bahwa yang kudengar sejak tadi adalah suara Dee yang berusaha membangunkanku. Dia duduk di sebelahku dan mengguncang-guncang tubuhku agar aku terbangun. Ternyata, aku hanya berhalusinasi mendengar suara Demi tadi. “Pa, udah telat,” seru Dee tidak sabar. “Papa bangun, dong!” “

