REVAN “Abang liat kamu belum mendekati Demi sejak dia sadar dua hari lalu. Ada apa?” tanya Bang Athan saat kami makan siang di kantin rumah sakit. Bang Athan, mama, dan papa datang untuk melihat kondisi Demi yang semakin membaik. Saat ini aku sedang menemani anak-anak makan di kantin rumah sakit, selain itu memberikan kesempatan untuk orang tua Demi melihat keadaannya. Mereka sangat khawatir selama ini. Mama selalu menangis setiap datang melihat Demi dan papa selalu terlihat cemas. Mereka takut sewaktu-waktu Demi akan pergi meninggalkan mereka terlebih dahulu. Namun, untunglah Demi sudah berangsur pulih. “Biar anak-anak melepas rindu lebih dulu dengannya.” Sebenarnya aku tidak sepenuhnya jujur. Aku tidak berani mendekatinya karena aku takut, meskipun akulah yang selalu menungguinya di

