Riak-Riak Bisik-bisik para mahasiswi didekatku bisa kudengar dengan jelas. Aku menahan diri untuk tidak melabrak mereka. Apa maksud mereka? Ghibahin orang pas di depan orangnya. Aku sungguh gelisah. Rasa minder dan rendah diri belakangan ini sering muncul. Ditambah lagi ulah Linda yang setiap hari senin pagi selalu nebeng mobil kami. Linda sudah tahu jika setiap sabtu dan minggu kami akan menginap di rumah Ibu dan akan kembali pada senin pagi. Aneh, sudah empat kali dia nebeng. Aku jadi semakin curiga dengan tingkah Linda. Seperti pagi ini, itulah kenapa aku berakhir di perpus jurusan Fisika. Karena Mas Syafiq sengaja membawaku ketika Linda lagi-lagi nebeng untuk kelima kalinya. Saat aku masih merenung, suara seseorang mengalihkan perhatianku. “Loh, Mbak Ambar masih disini?” “Iya, Bu Ma

