Smack Down

1003 Kata

Smack Down Aku sedang bercermin dan melihat penampilanku. Perfect. Pelukan hangat kurasakan dari seseorang. Gesekan lembut hidung bak papan luncur pada pipiku membuatku bergetar. “Cantik.” “Mas juga ganteng.” Kami saling menatap lewat pantulan cermin. Sesekali Mas Syafiq menyapukan hidungnya pada pipiku sedangkan aku menyentuh pipinya dengan tanganku. “Kita berangkat sekarang yuk, kalau enggak aku bakalan khilaf dan makan kamu. Aw!” Mas Syafiq mengaduh karena perutnya aku cubit. “Udah ayok berangkat.” “Iya istriku. Ayok berangkat.” Malam ini kami mendatangi resepsi pernikahan putri Pak Eko, salah satu dosen senior di jurusan Fisika. Tadinya aku tak ingin ikut, tapi setelah dipikir-pikir kenapa aku harus takut dengan nyinyiran Bu Mala maupun Linda? Aku Ambar ya. Wanita yang sejak ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN