Tiga Hati Satu Cinta Aku, Rafi dan Syam sedang menuju ke rumah dengan mobilku. Tak ada satupun yang berbicara. Sampai dihalaman rumah aku melihat ada motor yang terparkir. Aku langsung mengucap salam dan melihat Ambar sedang menangis dan ditenangkaan oleh Mbok Iroh. Sedangkan di depannya ada seorang laki-laki. Mungkinkah dia mantan pacar Ambar? “Dek ...,” panggilku. “Hiks ... hiks. Wa'alaikumsalam, Mas. Mas lihat aku, ini aku selingkuh lagi. Sama mantanku. Kemarin kamu dengar berita aku selingkuh sama mantan tunanganku, ‘kan? Sekarang kamu lihat aku sama mantan pacarku. Hiks ... hiks ... hahaha.” Deg. Hatiku bagai dihatam godam ketika Ambar langsung menyalahkan dirinya. Padahal aku sama sekali tak berpikiran ke arah sana. “Dek ...,” panggilku lembut. “Cukup Mas, aku udah gak kuat. Ma

