Terungkap

2010 Kata

Setelah turun dari Ojek, Alayya langsung memasuki gerbang rumah Abrar. Di dalam pelastik yang ia pegang ada brownis cokelat kesukaan Abrar yang sengaja ia beli tadi. Sejak semalam Abrar belum membalas chat nya. Alayya mengira kali ini Abrar benar-benar marah. "Eh, ada Non Alayya toh. Apa kabar Non?." Tanya Mang Asri. Satpam di rumah Abrar. "Alhamdulillah baik Mang. Mang Asri kabarnya gimana? " "Baik Non. Mau nemuin Den Abrar Non ?" Alayya mengangguk. "Ada kan Mang?" "Ada" "Bunda ada juga Mang?" "Oh kalau si Ibu lagi gak ada di tempat Non. Ikut si Bapak ke.... aduh kemana ya ? Lupa saya" Alayya tertawa kecil melihat wajah Mang Asri yang sedang mengingat sesuatu. "Yaudah deh. Aku masuk dulu ya Mang" "Sip Non" "Kok sepi? Dia masih tidur ya?" Tanya Alayya begitu ia memasuki rumah bes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN