Sejak pertemuan terakhir kai di koridor rumah sakit waktu itu, aku tak lagi melihat Radith, banyak kabar yang mengatakan ia akan menikah dan kembali ke kampung halamannya. Meski belum ada kabar pasti tentang berita itu, namun tetap saja hatiku terasa nyeri saat mendengar orang-orang membicarakan tentang pernikahan Radith yang terdengar mendadak ini.
Hari ku semakin sepi, meja yang biasa aku lihat dari kejauhan
Kini , tak bertuan, tak ada lagi mata indah yang ku tatap, tak ada lagi senyuman itu, terasa hampa. Aku tak tau lagi bagaimana caranya menghadapi hari-hari sesudah ini. Untung lah ada Reina yang selalu menghiburku, padanya juga aku selalu mencurahkan kegundahan yang tengah ku rasakan.
Hari sabtu adalah jadwal pergantian shift yang artinya hari libur telah menanti . Hari yang dulu ku benci, karna membuat ku susah untuk bertemu Radith. Namun semua itu telah berubah semenjak kepergian Radith. Hari Sabtu kini menjadi hari paling menyenangkan, hari di mana aku bisa tidur puas dari pagi sampe sore . Hari dimana aku tidak perlu lagi tersiksa melihat semua kenangan Radith yang tertiggal di setiap sudut rumah sakit ini.
Setelah memasukan iphone dan memastikan meja kerja sudah rapih, aku bersiap melangkah keluar, seperti biasa kulebarkan senyum di bibirku menyapa semua orang dengan ramah. Karna bagiku dunia tak perlu tau tentang kesedihan yang kurasakan.
Mereka cukup tau kalau Tiara adalah gadis periang yang ramah dengan segala tingkahnya yang terkadang membuat jengkel orang, dan orang tua ku mereka cukup tau jika aku adalah anak yang culas dan pembuat masalah.
Pagi itu rasanya sejuk sekali, aku menyalakan music dengan syair dan nada yang membuat semangat ku pulih kembali, membuatku hanyut dalam buaian suara yang begitu merdu “coba sekali sajaaa…satu kali sajaa…kau jadi diri ku” aku ikut mendendangkan, sebuah lagu yang di ciptakan dan di nyanyikan oleh Tulus idolaku.
Kenapa aku suka sama lagu ini? Aku rasa kalian tau isi syair lagu Tukar Jiwa ini. Jadi harusnya kalian juga tau alasan aku menyukai lagu ini.
Yap. Lagu ini sangat menggambarkan isi hatiku pada Radith.
hmm,, andai aja Radith tau perasaan aku
Lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah, mobil ku berhenti tepat di sebelah mobil HRV warna merah. “Tok…tok…” kaca mobil ku di setuk oleh seorang anak kecil “kak.. beli kak tisunya 1 saja” anak kecil itu menyodorkan sebungkus tisu ukuran sedang,wajah anak kecil itu begitu luguh, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi iba.
“Berapa dek harganya?.”aku mencari dompet yang ku simp0an di dalam tas.
“3000, Kak” anak kecil itu memberi sebungkus tisu
“Oh ya Ini de uangnya, ambil aja kembaliannya”aku mengulurkan uang 5000 ribu rupiah. Saat aku menutup kaca mobil pandangan ku tak sengaja melihat ke arah mobil HRV itu.
“Radith “ ucap ku lirih ,aku kembali membuka kaca mobil ku dan memangil Radith dengan nada yang sedikit keras. Radith yang saat itu juga membeli sebuah tisu pada penjual yang sama,mengalihkan pandangannya ke arah ku, ke arah seseorang yang memanggil namanya. Ia hanya tersenyum dan malambaikan 5 jarinya, hanya beberapa detik mobil HRV itu berlalu dari pandangan ku,ternyata lampu lalu lintas telah berganti warna menjadi hijau.
Mobil ku berada di belakang mobil Radith, namun ketika di persimpangan ternyata kami berlainan arah, aku sangat ingin mengikuti kemana Radith pergi dan menanyakan semua kebenaran tentang berita yang tersebar . Tapi tak pantas rasanya.
Radithtt ,vkemana si lo gak mungkin banget gw ikutin lo . Siapa gw ini? Ada hak apa gw harus tau urusan elo, kita gak lebih dari rekan kerja-tepatnya lo senior gw. Gak mungkin kan gw buat drama Asia sama elo,yang ceritanya Gw nyalip dan berhenti di depan mobil lo,trus lo dan gw turun dari mobil dan berdiri di pinggir jalan raya dan terjadi convertation ngaco ke gini.
Gw : Radith, kamu kemana aja? Udah berapa hari aku gak liat kamu
Radith : Oh ya aku ,aku akan pulang ke kampung, Ra.
Gw : Ngapain, ?apa bener berita itu?
Radith : Berita apa Ra,?
Gw : Berita kalo kamu mau nikah, ya kan.? Jawab Dit jawab…
Radith : Ya Ra kamu bener . Tapi jujur aku sebenarnya sangat mencintai kamu, aku ingin menikah dengan kamu.
Gak lama ujan turun terus kita pelukan ala-ala drama korea
Hadeuu, garing banget hayalan gw
Aku terkesiap lalu menggelengkan kepala, mengusir semua bayangan menggelikan itu.
Aku mempercepat laju mobil, agar segera sampai rumah dan tidur playlist di audio masih memutarkan lagu-lagu tulus, kali ini lagu “Manusia Kuat” syair lagu ini seolah mengajak jiwa ku yang lemah untuk tetap kuat menghadapi hiruk pikuk dunia yang semakin rumit untuk ku lalui sendiri.
-kita ada pada ranah yang sama
Merasakan malam yang sama
Menatap purnama yang sama
Tetapi, aku tak pernah tau
Apakah kita memiliki kerinduan yang sama-