Daniel melihat Arsy yang baru saja keluar. Gadis itu terlihat semakin kacau dari hari ke hari. "Berangkat bareng gue, Sy." ajak Daniel ketika ia sedang mengikat tali sepatunya. "Gak usah." katanya dengan nada sedatar mungkin. "Tunggu." Daniel mengejar Arsy yang hendak membuka pintu mobilnya. "Berangkat sama gue, Sy, please." "Enggak! Sekali enggak ya tetep enggak!" bentak Arsy. "Lo mau anak-anak yang lain liat, hah?" "Kalo emang mereka liat ya biarin aja, gak jadi masalah." sahut Daniel. "Bagi gue itu masalah besar!" ujarnya. Namun sejurus kemudian, Arsy membekap mulutnya kala rasa mual menyerang perutnya lagi. Gadia itu berlari kedalam rumah dan pergi ketoilet diikuti Daniel. "Kita ke dokter aja, Sy." ucap Daniel sambil memijat pelan tengkuk Arsy. "Hoek,, hoek.." Arsy merasa per

