Bab. 9 - Penjahat Kelamin

1132 Kata

Dewi Fortuna, kali ini berpihak pada Meisya. Ponsel milik Juan yang terus berdering, membuat Meisya terbebas dari kungkungan pemuda itu. Secepat kilat, Meisya meninggalkan tempat tersebut, di saat Juan sedang fokus dengan ponselnya. Meisya berlari kecil menyusuri jalan raya untuk sampai ke kontrakannya. Setibanya di rumah petakan, kedatangan Meisya mendapatkan tatapan curiga dari Yanti, tetangga kontrakan yang terkenal super julid. Meisya tak menghiraukan tatapan curiga Yanti, gadis itu tetap bersikap ramah pada ibu satu anak tersebut. "Malam, Mbak. Si kecil belum tidur?" sapa dan tanya Meisya, seraya mencubit gemas pipi gembul anak Yanti. "Kerja di toko kue mana, jam segini baru pulang?" Bukannya menjawab pertanyaan Meisya, Yanti malah balik melontarkan pertanyaan yang terdengar beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN