Waktu terus berlalu. Perkataan dokter yang menangani putri kecilnya, terus terngiang di telinga Meisya. Jika Meisya menginginkan putrinya segera sembuh, maka dia harus menandatangani surat persetujuan pengobatan sang putri, dan bayi mungil itu akan dipindahkan ke rumah sakit khusus ibu dan anak yang masih merupakan bagian dari rumah sakit tersebut untuk mendapatkan penanganan terbaik. Di tengah kebingungannya seorang diri, Meisya yang masih berada di ruang administrasi mendengar selentingan jika ada pasien di rumah sakit ini yang membutuhkan donor ginjal, dan keluarga pasien berjanji akan memberikan imbalan yang besar bagi pendonor. "Jika boleh tahu, imbalannya berapa, ya, Sus?" Lancang, Meisya bertanya pada suster-suster yang sedang membicarakan masalah tersebut. "Dua ratus jutaan,

